Kamis, 21 Mei 2026

Berita Samarinda Terkini

Walikota Samarinda Andi Harun Bahas Stabilitas Harga dan Kesiagaan Bencana Jelang Nataru

Menjelang Nataru, Walikota Samarinda Andi Harun menegaskan pentingnya stabilitas harga bahan pokok dan kesiapsiagaan bencana.

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/GREGORIUS AGUNG
RAPAT KOORDINASI - Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Wali Kota Samarinda Andi Harun memimpin rapat koordinasi Forkopimda dengan fokus pada dua isu utama: stabilitas harga bahan pokok dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi serta tanah longsor. Rapat strategis tersebut berlangsung di lantai 11 Hotel Aston Samarinda, Senin (8/12/2025). (TRIBUNKALTIM.CO/GREGORIUS AGUNG SALMON) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Walikota Samarinda Andi Harun memimpin rapat koordinasi Forkopimda dengan fokus pada dua isu utama.

Yakni, stabilitas harga bahan pokok dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi serta tanah longsor.

Rapat strategis tersebut berlangsung di lantai 11 Hotel Aston Samarinda, Senin (8/12/2025).

Dalam rapat tersebut, Andi Harun menegaskan pentingnya sinergi antara Pemkot, TNI, Polri, dan seluruh elemen Forkopimda untuk menjaga kelancaran aktivitas masyarakat di penghujung tahun.

Baca juga: Wakil Walikota Saefuddin Zuhri Sebut Kesiapan Mitigasi Bencana Samarinda Capai 90 Persen

Terkait perayaan Nataru, ia menekankan perlunya pengawasan stok dan harga bahan pokok agar tidak terjadi lonjakan harga yang merugikan masyarakat.

“Beberapa komoditas tertentu, beberapa bahan pokok dan pentingnya lainnya, seperti BBM, kemudian beras, gula, cabai. Termasuk kita akan melakukan cross check pada retail modern seperti swalayan terutama ketersediaan pasokan,” jelas Andi Harun.

Ia juga mengimbau para agen dan distributor agar tidak melakukan penimbunan atau menaikkan harga secara tidak wajar pada periode permintaan tinggi.

“Kita ingin menghimbau kepada semua agen dan distributor untuk menjauhkan atau menghindarkan dari kemungkinan adanya potensi penimbunan atau menaikkan harga yang tidak wajar… agar masyarakat tetap bisa melaksanakan kegiatan Nataru, Ramadan, dan Idul Fitri dalam keadaan lancar,” tegasnya.

Baca juga: Kaltim Terancam Banjir, Dana Mitigasi Bencana Anjlok Tajam pada 2026

Dari sisi keamanan dan ketertiban umum, TNI dan Polri akan memegang peran utama dalam pengamanan ibadah Natal serta pengaturan arus kerumunan saat malam tahun baru.

Pemkot dan Forkopimda juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi gangguan seperti peredaran minuman keras, aktivitas THM yang melanggar, hingga balap liar.

Agenda kedua yang menjadi sorotan adalah kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

Andi Harun menegaskan bahwa Samarinda harus menyiapkan komando tanggap darurat berbasis koordinasi lintas instansi.

Baca juga: Nataru Berjalan Kondusif, DPRD Kaltim Apresiasi Kerja TNI, Polri dan Masyarakat

“Kita akan membuat atau melaksanakan komando pelaksanaan tanggap darurat kebencanaan. Sinergi antara pemerintah, TNI Polri serta Forkopinda,” ujarnya.

Berdasarkan data klimatologi, curah hujan di atas 50 mm per hari berpotensi menimbulkan genangan, sementara 100 mm per hari bisa menyebabkan banjir besar.

Karena itu, koordinasi dengan kecamatan dan kelurahan di wilayah rawan longsor akan ditingkatkan.

Andi Harun juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada tanpa panik, serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah.

“Agar masyarakat waspada. Tapi kita jangan panik. Waspada sifatnya antisipatif. Edukasi bahwa bencana namanya bencana sesuatu yang tidak bisa kita perkirakan,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved