Berita Berau Terkini
Disdik Berau Berencana Relokasi SD yang Kerap Terendam Banjir
Banjir kiriman yang datang dari hulu Sungai Kelay dan Segah sejak Minggu (7/12) lalu masih berdampak besar terhadap wilayah pemukiman
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,TANJUNG REDEB – Banjir kiriman yang datang dari hulu Sungai Kelay dan Segah sejak Minggu (7/12) lalu masih berdampak besar terhadap wilayah pemukiman di beberapa kampung di Kabupaten Berau, termasuk berdampak pada sektor pendidikan.
Air yang terus meningkat tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga fasilitas pendidikan, termasuk sekolah dasar (SD) yang berada di kampung terdampak di Kecamatan Kelay dan Segah.
Kondisi ini membuat aktivitas belajar mengajar terpaksa dihentikan sementara karena bangunan sekolah tidak lagi aman digunakan.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Berau, Mardiatul Idalisah, mengatakan, fokus utama saat ini bukan lagi menyelamatkan bangunan sekolah, melainkan memastikan keselamatan para siswa dan guru.
Ia menjelaskan, bahwa air sudah memasuki ruang kelas dan beberapa bangunan lain di sekolah, sehingga belajar tatap muka tidak memungkinkan dilakukan. Jika kondisi memungkinkan para siswa pun diminta tetap belajar dari rumah.
Baca juga: Posko Bencana Permanen di Kampung Rawan Banjir Masuk Prioritas Mitigasi Berau 2026
“Kita minta selamatkan orang-orangnya karena banjir sudah masuk. Mereka memang masih masa sekolah, jadi sementara mereka belajar di rumah,” ujarnya kepada Tribunkaltim.co, Rabu (10/12/2025).
Kondisi sekolah yang terendam membuat proses evakuasi aset pendidikan dilakukan secara terbatas.
Hanya barang yang memungkinkan untuk dibawa yang diamankan, terutama perlengkapan elektronik seperti laptop, komputer, serta perangkat pembelajaran lainnya.
Sementara itu, dokumen sekolah dan buku pelajaran sebagian besar tidak dapat dipindahkan karena kondisi ruangan telah terendam penuh.
Meski beberapa barang sempat dinaikkan ke tempat yang lebih tinggi, upaya tersebut tidak banyak membantu karena perabotan, seperti lemari penyimpanan juga akhirnya rubuh akibat volume banjir yang masuk cukup tinggi.
“Kalau aset tidak bisa diselamatkan, kalau peralatan elektronik bisa dibawa pulang. Kalau buku dan dokumen lain tidak bisa diselamatkan,” jelasnya.
Bencana ini juga diungkapnya berdampak pada rumah dinas guru. Di Long Ayan, bangunan rumah dinas bahkan dilaporkan hanyut bersama fasilitas ibadah yang berada di area yang sama pada banjir yang terjadi pertengahan tahun 2025 lalu.
Kondisi ini menambah daftar kerugian, sekaligus memperkuat keputusan pemerintah daerah untuk tidak lagi mempertahankan bangunan sekolah yang berada di wilayah rawan banjir tersebut.
Ia memastikan, pemerintah daerah telah menetapkan langkah lanjutan, yaitu merelokasi sekolah ke lokasi yang dinilai lebih aman dan representatif. Pihaknya telah mengantongi beberapa sekolah yang siap direlokasi tahun depan, salah satunya SD Long Ayap dan Long Ayan.
“SD di Long Ayap dan Long Ayan kan terdampak. Sekolahnya akan kami relokasi tahun depan. Persiapan lahan sudah disiapkan kampung. Kalau tidak salah satu hektare,” sebutnya.
Baca juga: Ramalan Cuaca BMKG 10 Desember di Berau, Didominasi Hujan Ringan
| 2 Pria di Karang Ambun Berau Dibekuk, Polisi Sita Sabu Siap Edar 44,22 Gram |
|
|---|
| Marak Kasus Asusila Anak di Berau, Anggota DPRD Thamrin Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya |
|
|---|
| 5 Atlet Judo Berau Perkuat Tim Kaltim di Kapolri Cup 2026, Bupati Sri Juniarsih Beri Apresiasi |
|
|---|
| Launching Koperasi Desa Merah Putih di Berau Masih Simbolis, Perlengkapan Gerai Belum Lengkap |
|
|---|
| Gerakan Pasar Ikan Murah di Berau, 6 Ton Lebih Ludes Diserbu Warga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20251210-Salah-satu-sekolah.jpg)