Kamis, 21 Mei 2026

Berita Berau Terkini

Speedboat Wisata di Berau Diawasi Ketat demi Tekan Risiko Kecelakaan Laut

Dishub Berau memperketat standar keselamatan operasional speedboat wisata di wilayah Berau

Tayang:
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Budi Susilo
TribunKaltim.co/Renata Andini Pengesti
PENGAWASAN SPEED BOAT - Speed boat yang berada di dermaga wisata Tanjung Batu, Berau, Kalimantan Timur, speedboat dengan mesin satu harus berjalan beriringan, Minggu (14/12/2025).   

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Dinas Perhubungan (Dishub) Berau memperketat standar keselamatan operasional speedboat wisata di wilayah perairan Berau, Kalimantan Timur

Kebijakan ini mencakup pengaturan sistem pelayaran beriringan hingga rencana pemasangan alat pemantau berbasis GPS pada armada speedboat.

Kepala Dishub Berau, Andi Marewangeng, mengatakan bahwa penguatan regulasi ini dilakukan menyusul meningkatnya aktivitas transportasi laut, khususnya transportasi wisata yang beroperasi dari Dermaga Sanggam menuju destinasi bahari unggulan.

Menurutnya, mayoritas speedboat yang saat ini beroperasi masih menggunakan mesin satu atau dua.

Baca juga: Viral Video Penangkapan Diduga Maling Speedboat di Balikpapan, Jadi Tontonan Ratusan Warga

Untuk menjamin keselamatan penumpang, Dishub Berau menetapkan bahwa speedboat bermesin satu hanya diperbolehkan berlayar secara beriringan.

“Kami tidak melarang beroperasi, tetapi harus berangkat bersama. Ini penting sebagai langkah antisipasi jika terjadi kendala di tengah laut, sehingga bisa saling membantu,” ujarnya kepada TribunKaltim.co, Minggu (14/12/2025).

Sebagai penguatan pengawasan, Dishub Berau juga menyiapkan program pemasangan alat pemantau berupa GPS atau radar di setiap speedboat.

Program ini diusulkan melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sebagai bagian dari upaya peningkatan keamanan transportasi laut.

Alat tersebut nantinya berfungsi untuk memantau pergerakan speedboat secara real-time serta mengetahui titik koordinat kapal jika terjadi kondisi darurat di perairan.

Andi menjelaskan, penerapan sistem GPS tidak dilakukan sekaligus, melainkan melalui tahap uji coba terlebih dahulu.

Speedboat bermesin dua akan menjadi prioritas awal pemasangan.

“Kalau uji coba berjalan baik, pemasangan GPS akan dilakukan secara bertahap hingga mencakup seluruh speedboat yang beroperasi di perairan Berau,” jelasnya.

Ia menambahkan, program peningkatan keselamatan ini telah disusun secara matang dan diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp8 hingga Rp10 miliar untuk mencakup seluruh armada speedboat. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved