Kaleidoskop 2025
Statistik Kriminal di Samarinda 2025, Kasus Curanmor dan Kekerasan Anak Menonjol
Warga Kota Tepian rupanya masih harus menggandakan kunci keamanan kendaraan dan waspada penuh.
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Kinerja positif dan penurunan angka gangguan kamtibmas (ketertiban masyarakat) dibeberkan Polresta Samarinda di penghujung 2025.
Namun demikian, warga Kota Tepian rupanya masih harus menggandakan kunci keamanan kendaraan dan waspada penuh terhadap keselamatan anak-anak mereka.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar sendiri memamerkan penurunan angka gangguan kamtibmas dari 1.179 kasus di tahun 2024 menjadi 1.054 kasus di tahun ini.
Namun, data ini juga patut diwaspadai, nampak laporan kasus curanmor dan perlindungan anak sangat menonjol.
Baca juga: Fakta-Fakta Viral Mahasiswa dari 8 Kampus yang KKN di Lumajang Ditarik, Imbas Kasus Pencurian Motor
Meski angka kriminalitas umum menyusut, statistik menunjukkan tren yang mengkhawatirkan pada jenis kejahatan yang bersentuhan langsung dengan privasi warga.
Kasus pencurian kendaraan bermotor melonjak dari 104 menjadi 138 kasus.
“Kami berhasil mengungkap 98 kasus dari laporan yang masuk,” sebut Kombes Pol Hendri,” Selasa (30/12/2025) saat membeberkan data terkait capaian pihaknya sepanjang tahun 2025, di Aula Rupatama Markas Polresta Samarinda.
Tentunya paling mengiris hati, kasus perlindungan anak menembus angka 106 laporan.
Angka ini tentu menjadi atensi, terlebih rasa aman di lingkungan Kota Samarinda.
Melihat ini, Kombes Pol Hendri Umar pun mengajak masyarakat terkait pentingnya pengawasan terhadap anak
"Hampir setiap minggu ada laporan terkait perlindungan anak. Ini keprihatinan bersama," ujarnya.
Di sisi lain, lonjakan penyelesaian perkara justru terjadi di tengah tensi kamtibmas yang memanas.
Di bawah komando mantan Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadirreskrimsus) Polda Metro Jaya ini, penyelesaian kasus melonjak tajam ke angka 830 kasus dari 687 kasus di tahun sebelumnya.
Ia juga menambahkan, terkait asus pencurian dengan pemberatan (curat) menunjukkan tren menurun, dari 151 perkara di tahun 2024, kini hanya tercatat 117 perkara.
Kasus lainnya yang menjadi atensi publik juga beberapa turut diungkapnya, diantaranya kasus penembakan di Jalan Imam Bonjol, pengungkapan dugaan korupsi di BPR, kasus pembuatan bom molotov.
| Perkara Tindak Pidana Khusus di PPU Naik 22 Kasus pada 2025, Perkebunan dan ITE Dominan |
|
|---|
| Perang Lawan Narkotika, Polres Kukar Sita 1 Kg Lebih Barang Haram Sepanjang Tahun 2025 |
|
|---|
| 656 Kasus Kriminalitas Terjadi di Kutai Kartanegara Sepanjang 2025 |
|
|---|
| Jaga Marwah Institusi, Polresta Balikpapan Pecat Satu Polisi Secara tak Hormat Sepanjang 2025 |
|
|---|
| Kasat Lantas Polresta Balikpapan Sebut 2025 Lakalantas Meningkat, Mayoritas Pengendara Motor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20251230_Gangguan-Kamtibmas-di-Samarinda-2025.jpg)