Jumat, 8 Mei 2026

Wacana Pilkada Melalui DPRD

Sikap 3 Partai Besar di Kaltim soal Pilkada Melalui DPRD, Ini Kata Gerindra, PDIP, dan Golkar

Gerindra dan Golkar Kaltim manut keputusan pusat yakni setuju Pilkada melalui DPRD, lantas bagaimana sikap PDIP Kaltim?

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/FEBRIAWAN
PILKADA 2024 - Foto Ilustrasi. Warga Ujoh Bilang, di ibukota Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) mulai menyalurkan hak suara dalam Pemilihan Suara Ulang atau PSU Pilkada Mahulu 2024, Sabtu (24/5/2025) pagi di Ujoh Bilang, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur. Wacana Pilkada melalui DPRD makin menguat. Ini sikap 3 partai besar di Kaltim soal Pilkada melalui DPRD, Ini kata Gerindra, PDIP, dan Golkar. (TRIBUNKALTIM.CO/FEBRIAWAN) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA — Gerindra dan Golkar Kaltim manut keputusan pusat yakni setuju Pilkada melalui DPRD, lantas bagaimana sikap PDIP Kaltim? 

Peta politik lokal Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menghangat seiring menguatnya wacana pengembalian mekanisme Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Jika tak ada perubahan mendadak, hampir pasti usul pemilihan kepala daerah atau pilkada melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) akan terwujud.

Baca juga: Nasdem dan Demokrat Balik Arah, Hampir Seluruh Fraksi DPR Setuju Pilkada Tak Lagi Dipilih Rakyat

Kepala daerah dimaksud adalah bupati, wali kota, dan gubernur di seluruh wilayah Indonesia.

Jika merujuk dari sikap partai politik saat ini maka usul itu akan gol di DPR RI.

Mayoritas fraksi atau perpanjangan tangan partai politik yang ada di DPR RI mulai setuju Pilkada lewat DPRD.

Berikut ini sikap tiga partai besar di Kaltim soal wacana Pilkada melalui DPRD.

Sikap Gerindra Kaltim

Menyikapi hal tersebut, Partai Gerindra Kaltim menegaskan sikap tegak lurus terhadap kebijakan dan arahan pemerintah pusat.

Dukungan Gerindra terhadap wacana ini menguat setelah Prabowo Subianto menyatakan sikap serupa.

Di tingkat daerah, Ketua DPD Gerindra Kaltim Seno Aji memastikan struktur partai akan bergerak satu komando mengikuti keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

“Kita ikut pemerintah pusat. Kalau keputusan pemerintah pusat seperti apa, semua daerah akan mengikuti. Untuk DPD Gerindra sendiri, tentu kami mengikuti DPP,” tegas Seno, Kamis (8/1/2026).

PEMILIHAN KEPALA DAERAH - Ketua DPD Partai Gerindra Kalimantan Timur, Seno Aji yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Kaltim saat ditemui usai menghadiri kegiatan di Aula Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim. Jumat (12/12/2025). (TRIBUNKALTIM.CO/RAYNALDI PASKALIS)
PEMILIHAN KEPALA DAERAH - Ketua DPD Partai Gerindra Kalimantan Timur, Seno Aji yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Kaltim saat ditemui usai menghadiri kegiatan di Aula Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltim. Jumat (12/12/2025). (TRIBUNKALTIM.CO/RAYNALDI PASKALIS) (TribunKaltim.co/Raynaldi Paskalis)

Seno juga mengungkapkan bahwa Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Sugiono telah menyampaikan sikap resmi partai.

Menurutnya, mekanisme Pilkada melalui DPRD dipandang relevan dengan kondisi saat ini.

Salah satu alasan utama yang menjadi sorotan adalah efisiensi anggaran.

Seno menilai, sistem pemilihan langsung selama ini menyedot biaya politik yang sangat besar, baik bagi negara maupun para calon kepala daerah. 

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved