Selasa, 12 Mei 2026

Wacana Pilkada Melalui DPRD

Sikap 3 Partai Besar di Kaltim soal Pilkada Melalui DPRD, Ini Kata Gerindra, PDIP, dan Golkar

Gerindra dan Golkar Kaltim manut keputusan pusat yakni setuju Pilkada melalui DPRD, lantas bagaimana sikap PDIP Kaltim?

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/FEBRIAWAN
PILKADA 2024 - Foto Ilustrasi. Warga Ujoh Bilang, di ibukota Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) mulai menyalurkan hak suara dalam Pemilihan Suara Ulang atau PSU Pilkada Mahulu 2024, Sabtu (24/5/2025) pagi di Ujoh Bilang, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur. Wacana Pilkada melalui DPRD makin menguat. Ini sikap 3 partai besar di Kaltim soal Pilkada melalui DPRD, Ini kata Gerindra, PDIP, dan Golkar. (TRIBUNKALTIM.CO/FEBRIAWAN) 

Dengan mekanisme DPRD, beban anggaran dinilai dapat ditekan dan dialihkan untuk kebutuhan prioritas lain, seperti pembangunan.

Baca juga: Hasil Survei LSI Denny JA: 3 Alasan Mayoritas Publik Menolak Pilkada oleh DPRD, Suara Gen Z Mencolok

“Kalau dilihat dari sisi keuangan, untuk menekan anggaran, saya pikir itu sangat relevan. Biaya politiknya bisa ditekan dan dialihkan melalui mekanisme di DPRD,” imbuhnya.

Selain efisiensi fiskal, Seno menilai perubahan mekanisme ini juga berpotensi menjaga stabilitas politik dan menekan gesekan sosial di tingkat akar rumput yang kerap muncul dalam kontestasi Pilkada langsung.

Meski demikian, ia menegaskan keputusan akhir tetap berada di tangan pemerintah pusat sebagai pemangku kebijakan nasional.

Saat ini, wacana Pilkada melalui DPRD masih menjadi diskursus di tingkat nasional sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap sistem demokrasi dan efektivitas pembiayaan politik di Indonesia.

Apabila kebijakan tersebut ditetapkan secara nasional, Seno memastikan Kaltim siap mengimplementasikan transisi demokrasi itu di bawah komando Partai Gerindra.

“Tentu kita siapkan transisi demokrasi ini,” pungkasnya.

Sikap Golkar Kaltim

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kalimantan Timur (Kaltim) setuju wacana pengembalian mekanisme Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui DPRD. 

Sekretaris Golkar Kaltim, M. Husni Fachruddin menegaskan kesiapan untuk mengikuti instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) terkait wacana tersebut.

Secara terbuka partai Beringin kembali mengusulkan agar kepala daerah dipilih lewat DPRD. 

"Kita ikut keputusan DPP. Kalau arahnya ke sana, kita dukung sepenuhnya. Kita siap dengan pilihan apapun," ujar politikus yang akrab disapa Ayub ini, Kamis (8/1/2026).

DUKUNG PILKADA -  Sekretaris Golkar Kaltim, M. Husni Fachruddin. Ia  menekankan kesiapan untuk mengikuti instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) terkait wacana Pilkada melalui DPRD.(TribunKaltim.Co/Mohammad Fairoussaniy)
DUKUNG PILKADA -  Sekretaris Golkar Kaltim, M. Husni Fachruddin. Ia  menekankan kesiapan untuk mengikuti instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) terkait wacana Pilkada melalui DPRD.(TribunKaltim.Co/Mohammad Fairoussaniy) (TRIBUN KALTIM/Mohammad Fairoussaniy)

Menurut Ayub, hak suara rakyat secara langsung justru mengandung banyak ketidaksempurnaan. 

Jika menyerahkan mandat kepada wakil rakyat di parlemen, ia menilai bisa menjadi solusi untuk menghindari kekacauan di akar rumput.

Menanggapi kritik mengenai potensi hilangnya hak suara rakyat, Ayub menilai sistem tersebut tetap demokratis karena bersifat berjenjang. 

Baca juga: Geliat Politik Kaltim Selama 2025, Kepala Daerah Baru, PSU Pilkada hingga Politisi Pindah Partai

Menurutnya, wakil rakyat yang duduk di DPRD merupakan representasi yang dipilih langsung oleh masyarakat. 

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved