Senin, 18 Mei 2026

Berita Bontang Terkini

Program Perlengkapan Sekolah Gratis di Bontang Berjalan Mulai April 2026, Kisaran Anggaran Rp 10,8 M

Program perlengkapan sekolah gratis untuk jenjang SD dan SMP pada tahun 2026 tetap berjalan di Kota Bontang

Tayang:
Penulis: Muhammad Ridwan | Editor: Nur Pratama
TribunKaltim.co/Muhammad Ridwan
KELENGKAPAN SEKOLAH GRATIS - Walikota Bontang Neni Moerniaeni bersama sejumlah siswa sekolah dasar saat mengunjungi Tempat Pengelolaan Akhir Sampah, Bontang Lestari. (TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDWAN) 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang kembali mengalokasikan anggaran belasan miliar rupiah untuk program perlengkapan sekolah gratis pada tahun 2026.

Di tengah nilai belanja yang besar dan potensi kenaikan harga bahan baku, aspek pengawasan kualitas dan ketepatan distribusi menjadi perhatian utama.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Abdu Safa Muha menargetkan program perlengkapan sekolah gratis mulai berjalan pada April 2026. 

Program ini mencakup:

  1. Pengadaan seragam,
  2. sepatu, dan
  3. tas sekolah. 

Baca juga: Viral Kisah Lansia di Jalan Poros Samarinda-Bontang, Hidup Sebatang Kara hingga Makan Nasi Basi

Bagi siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Ia menjelaskan total anggaran untuk program tersebut masih dalam tahap perhitungan.

Namun, besarannya diperkirakan tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya, yaitu kurang lebih Rp 10,8 miliar.

“Untuk tahun ini kemungkinan tidak jauh dari itu, hanya ada penyesuaian,” ujar Abdu Safa Muha saat dihubungi, Selasa (13/1/2025).

Perlu diketahui pada 2025, Pemkot mengalokasikan anggaran sekitar Rp7 miliar untuk pengadaan seragam SD dan Rp3,8 miliar untuk SMP. 

Selain itu, anggaran juga digelontorkan untuk sepatu dan tas sekolah dengan nilai yang tak kalah besar.

Untuk sepatu sekolah, jenjang SD mendapat alokasi sekitar Rp4,6 miliar dan SMP Rp2,2 miliar. Sementara pengadaan tas sekolah dialokasikan Rp3,4 miliar untuk SD dan Rp1,6 miliar untuk SMP.

Lebih lanjut, setiap tahun alokasi anggaran berpotensi mengalami kenaikan, terutama dipicu naiknya harga bahan baku.

“Kalau ada kenaikan, biasanya di kisaran lima persen. Itu karena bahan baku. Tapi kami tetap berupaya agar kualitasnya tidak turun,” katanya.

Ia menegaskan, pengadaan seragam sekolah akan kembali melibatkan penjahit lokal sebagai bentuk pemberdayaan pelaku usaha di Bontang

Namun, untuk tas dan sepatu, Disdikbud masih harus mendatangkannya dari luar daerah.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved