Berita Kutim Terkini
1.500 Anak Kurang Mampu di Kutim Bakal Sekolah Gratis Bertaraf Internasional
Pemkab Kutai Timur menyiapkan pembangunan Sekolah Rakyat berstandar internasional di Sangatta Utara.
Penulis: Nurila Firdaus | Editor: Miftah Aulia Anggraini
Ringkasan Berita:
- Pemkab Kutim mematangkan rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Jalan Simono, Sangatta Utara.
- Sekolah berstandar internasional ini akan menampung 1.500 siswa SD hingga SMA dengan fasilitas asrama gratis.
- Proyek didanai APBN dan disiapkan untuk anak-anak dari keluarga prasejahtera melalui seleksi berbasis data kemiskinan.
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Harapan baru bagi pendidikan anak-anak dari keluarga prasejahtera di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Provinsi Kalimantan Timur, mulai menemui titik terang.
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur tengah mematangkan rencana besar pembangunan "Sekolah Rakyat" yang diproyeksikan memiliki standar pelayanan internasional.
Proyek ambisius ini rencananya akan dipusatkan di Jalan Simono, Kelurahan Teluk Lingga, Sangatta Utara.
Di atas lahan seluas delapan hektar, pemerintah akan membangun ekosistem pendidikan terpadu yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA, lengkap dengan fasilitas pendukung yang modern.
Baca juga: Sekolah Rakyat di Kaltim Bertambah Tiga, Akan Dibangun di Kukar, Bontang, dan PPU, Masuk Tahap 3
Program yang sepenuhnya didanai oleh APBN melalui Kementerian PUPR ini menargetkan kuota sebanyak 1.500 siswa.
Keistimewaan dari sekolah ini adalah seluruh siswa akan mendapatkan fasilitas asrama gratis, sehingga faktor ekonomi tidak lagi menjadi penghalang bagi anak-anak di pelosok Kutai Timur untuk mengenyam pendidikan berkualitas.
Kepala Dinas Sosial Kutim, Ernata Hadi Sujito mengungkapkan bahwa pemilihan luas lahan delapan hektar merupakan arahan langsung dari pusat agar fasilitas yang dibangun benar-benar komprehensif.
"Kementerian Sosial menyarankan agar luasannya mencapai 8 hektar supaya seluruh fasilitas, mulai dari ruang belajar hingga sarana pendukung lainnya, bisa dibangun dengan lengkap tanpa terkendala ruang," ujar Ernata, Rabu (14/1/2026).
Baca juga: Pemprov Kaltim Siapkan Tiga Sekolah Rakyat Permanen 2026-2027, Fokus Putus Rantai Kemiskinan
Langkah ini mendapat dukungan penuh dari Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman.
Pasalnya, setelah menerima laporan mengenai urgensi perluasan lahan, orang nomor satu di Kutai Timur tersebut segera memerintahkan tim teknis untuk menyelesaikan urusan administrasi pertanahan agar pembangunan fisik bisa segera dimulai oleh pemerintah pusat.
Dari sisi teknis fasilitas, Sekolah Rakyat ini didesain memiliki masing-masing dua rombongan belajar (Rombel) per tingkat dengan kapasitas maksimal 25 siswa per kelas.
Selain asrama, kompleks ini akan dilengkapi dengan ruang makan terpisah untuk setiap jenjang serta lapangan olahraga yang representatif bagi siswa.
Baca juga: Presiden Prabowo Groundbreaking Sekolah Rakyat Tahap II di Samarinda Via Daring
Penentuan lokasi di Jalan Simono sendiri bukan tanpa alasan.
Tim terpadu telah melakukan survei mendalam terhadap beberapa opsi lahan milik pemda.
Kawasan Simono terpilih karena memiliki kontur lahan yang lebih efisien dari segi pembiayaan pematangan lahan dibandingkan lokasi lainnya di Sangatta.
| 4 Produk Lokal Kutai Timur Berpeluang Tembus Pasar Ekspor, Ada Pisang Kepok hingga Kakao |
|
|---|
| Pemkab Kutim Pastikan 24.680 Jiwa Tetap Tercover BPJS Kesehatan Pasca Pengalihan dari Pemprov Kaltim |
|
|---|
| 21 Puskesmas dan RSUD Talisayan Kutim Kini Berstatus BLUD, Simak Keunggulannya |
|
|---|
| Heboh Isu Asusila, Pegawai DPPKB Kutim Teken Petisi Tolak Eks Kadis dan Desak Pecat Oknum ASN |
|
|---|
| PHK di Depan Mata, Kutim Bergerak ke ESDM Minta Kuota Batu Bara Dikembalikan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250929-Fasilitas-gedung-sekolah-rakyat.jpg)