Rabu, 20 Mei 2026

Berita Berau Terkini

Anggaran Terbatas, Disbudpar Berau Tetap Lanjutkan Pengembangan Kampung Wisata

Dengan strategi penyesuaian program dan penetapan skala prioritas, upaya pembangunan pariwisata tetap berjalan di tengah tekanan efisiensi anggaran

Tayang:
TRIBUN KALTIM/Renata Andini Pengesti
PENGEMBANGAN WISATA - Staf Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Disbudpar Berau, Andi Nusyamsi.Keterbatasan anggaran tak menyurutkan langkah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, untuk terus mendorong pengembangan destinasi wisata di kampung-kampung.  (TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI) 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Keterbatasan anggaran tak menyurutkan langkah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, untuk terus mendorong pengembangan destinasi wisata di kampung-kampung. 

Dengan strategi penyesuaian program dan penetapan skala prioritas, upaya pembangunan pariwisata tetap berjalan di tengah tekanan efisiensi anggaran daerah.

Kabid Pengembangan Destinasi Wisata Disbudpar Berau, Samsiah Nawir, melalui Staf Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Disbudpar Berau, Andi Nusyamsi, mengatakan bahwa setelah menerima evaluasi dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), pihaknya akan menyesuaikan rencana kerja sesuai porsi anggaran yang tersedia pada tahun ini.

“Hampir semua kampung di Berau punya potensi wisata masing-masing. Tantangannya adalah bagaimana mengembangkan itu secara bertahap dengan kemampuan anggaran yang ada,” ujarnya kepada Tribunkaltim.co, Minggu (25/1/2025).

Baca juga: Disbudpar Berau Optimis Pembangunan Pos Jaga Kawasan Tepian Ahmad Yani Rampung Akhir Desember 2025 

Salah satu potensi yang tengah mendapat perhatian adalah wisata jembatan alam di Kampung Tabalar Ulu.

Jembatan yang terbentuk secara alami ini dinilai memiliki daya tarik unik dan berpeluang dikembangkan sebagai destinasi wisata sekaligus titik persinggahan bagi wisatawan yang melakukan perjalanan menuju wilayah pesisir.

Sebelum adanya akses jembatan besi, jalur Tabalar Ulu merupakan salah satu lintasan yang harus dilalui masyarakat menuju kawasan Bidukbiduk. 

Potensi historis dan alam tersebut menjadi nilai tambah yang dinilai layak dikembangkan.

“Kami sudah menerima proposal pengembangan dari kampung. Tindak lanjutnya tentu menyesuaikan dengan kemampuan anggaran,” jelas Andi.

Ia menambahkan, dalam konsep pengembangan pariwisata, idealnya setiap dua jam perjalanan tersedia rest area sebagai lokasi singgah wisatawan.

Tabalar Ulu direncanakan menjadi salah satu alternatif titik persinggahan tersebut.

Tak hanya Tabalar Ulu, sejumlah kampung lain juga mengajukan permohonan dukungan pengembangan destinasi wisata, seperti Teluk Sumbang dan Teluk Sulaiman yang selama ini dikenal memiliki potensi alam unggulan. 

Disbudpar memastikan akan memberikan pendampingan sesuai kewenangan dan porsi anggaran yang dimiliki.

Sementara itu, pengembangan destinasi Air Panas Asin Pemapak di Kampung Biatan Bapinang juga tetap berlanjut. Hingga kini, keterbatasan fasilitas parkir masih menjadi catatan penting yang perlu ditindaklanjuti dalam pengembangan kawasan tersebut.

Andi menegaskan, pembangunan destinasi wisata tidak bisa dilakukan sekaligus. Oleh karena itu, Disbudpar menerapkan skema prioritas bagi kampung-kampung yang dinilai siap dan memiliki tingkat kunjungan tinggi.

Baca juga: Disbudpar Berau Anggarkan Rp3,5 Miliar untuk Percantik Destinasi Wisata Air Panas Pemapak

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved