Senin, 18 Mei 2026

Berita Bontang Terkini

Andi Faiz Resmi Pimpin KKSS Bontang, Fokus Perkuat Harmoni Sosial

KKSS Bontang didorong ambil peran strategis menjaga harmoni di tengah kota industri dan pendatang

Tayang:
TRIBUN KALTIM/Muhammad Ridwan
HARMONI MULTIETNIS - Andi Faizal Sofyan Hasdam dikukuhkan sebagai Ketua KKSS Kota Bontang periode 2025–2030, di Pendopo Rumah Jabatan Walikota, Minggu (25/1/2026) malam. (TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDWAN). 
Ringkasan Berita:
  • Andi Faizal Sofyan Hasdam dilantik sebagai Ketua BPD KKSS Bontang periode 2025–2030.
  • KKSS didorong berperan strategis menjaga harmoni di kota yang heterogen.
  • Organisasi diarahkan menjadi mitra sosial pemerintah dan masyarakat.

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - KKSS Bontang didorong mengambil peran strategis sebagai kekuatan sosial dalam menjaga harmoni kota industri dan kota pendatang. 

Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Bontang diharapkan tampil sebagai perekat sosial di tengah karakter Bontang yang heterogen, seiring pelantikan Andi Faizal Sofyan Hasdam sebagai Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) KKSS Bontang periode 2025-2030.

Dorongan peran itu mengemuka dalam pelantikan Andi Faizal Sofyan Hasdam sebagai Ketua BPD KKSS Bontang periode 2025-2030, Minggu (25/1/2026) malam.

Pelantikan yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Walikota Bontang itu dihadiri unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta perwakilan paguyuban Sulawesi Selatan.

Andi Faiz mengungkapkan dalam kepengurusan baru tersebut, KKSS tidak boleh berhenti sebagai organisasi berbasis ikatan kedaerahan, melainkan harus hadir sebagai mitra sosial pemerintah dan masyarakat dalam menjaga stabilitas sosial.

Baca juga: Kasus Investasi Trading Naik Penyidikan, Polres Bontang Mulai Panggil Saksi

“Kota Bontang ini heterogen. KKSS harus menjadi bagian dari solusi, menjaga harmoni, dan ikut memastikan suasana sosial tetap kondusif,” ujar Andi Faiz.

Ia menilai, organisasi kekerabatan memiliki modal sosial yang kuat karena berbasis nilai budaya, solidaritas, dan jaringan antarwarga.

Jika dikelola dengan baik, KKSS dapat menjadi penyangga sosial dalam mencegah konflik serta memperkuat kohesi antar kelompok masyarakat.

Menurut Andi Faiz, nilai-nilai budaya Sulawesi Selatan seperti sipakatau (saling memanusiakan), sipakainge (saling mengingatkan), dan sipakalebbi (saling menghargai) sangat relevan diterapkan dalam kehidupan masyarakat Bontang yang plural.

“Nilai-nilai ini bukan hanya untuk warga Sulsel, tapi universal. Sangat cocok untuk kehidupan kota yang beragam seperti Bontang,” katanya.

Baca juga: Kisah Pak Ambo dan Buaya Riska Bakal Jadi Film, Kilas Balik Persahabatan di Sungai Guntung Bontang

Ia juga menegaskan komitmennya membuka KKSS sebagai ruang kolaborasi lintas komunitas, bukan organisasi yang eksklusif.

KKSS, kata dia, harus mampu beradaptasi dengan dinamika sosial dan berkontribusi dalam isu-isu kemasyarakatan, mulai dari sosial, pendidikan, hingga kebencanaan.

Ketua Panitia Pelantikan Lukman menambahkan penguatan peran sosial KKSS menjadi salah satu harapan besar dalam periode kepengurusan kali ini.

Dengan 20 bidang yang dilantik, organisasi diharapkan lebih responsif terhadap persoalan warga.

“KKSS punya potensi besar. Tinggal bagaimana dikelola agar tetap guyub, rukun, dan bermanfaat luas,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved