Kamis, 16 April 2026

Berita Berau Terkini

3 Faktor Utama Retribusi Pasar Berau Bisa Tembus Melebihi Target

Tata kelola Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD) di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur, menunjukkan performa

Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI
PENDAPATAN PASAR BERAU - Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, membeberkan, realisasi retribusi pasar mencapai 127 persen, sebuah capaian yang jauh melampaui target awal. Hingga akhir tahun lalu, total penerimaan terkumpul sebesar Rp3,315 miliar, melebihi target yang ditetapkan yakni Rp2,766 miliar, Selasa (27/1/2026). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Tata kelola Pasar Sanggam Adji Dilayas (SAD) di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur, menunjukkan performa gemilang sepanjang tahun 2025.

Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau mencatatkan realisasi retribusi pasar mencapai 127 persen, sebuah capaian yang jauh melampaui target awal.

Hingga akhir tahun lalu, total penerimaan terkumpul sebesar Rp3,315 miliar, melebihi target yang ditetapkan yakni Rp2,766 miliar.

Baca juga: Parkir Elektronik di Pasar SAD Segera Direalisasikan, Diskoperindag Siapkan Kartu Langganan 

Ada 3 faktor yang membuat pihak pasar mampu tembus lebihi traget penerimaan, yakni sebagai berikut: 

  1. Hasil Manis Pembenahan Tata Kelola

Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, menyatakan bahwa lonjakan angka ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari evaluasi dan pembenahan tata kelola yang dilakukan secara konsisten.

“Capaian 127 persen di tahun 2025 ini adalah bukti perbaikan yang terus kami lakukan setiap tahun. Tren positif ini menunjukkan potensi Pasar SAD sebagai sumber PAD masih sangat besar,” ujar Eva kepada TribunKaltim.co, Selasa (27/1/2026).

2. Inovasi dengan Lirik Parkir Elektronik

Tak ingin berpuas diri, Diskoperindag Berau sudah menyiapkan strategi baru untuk tahun 2026.

Salah satu terobosan yang akan disiapkan adalah penerapan sistem parkir elektronik di kawasan Pasar SAD.

Inovasi ini diharapkan mampu menutup celah kebocoran dan meningkatkan transparansi.

“Sistem elektronik akan membuat retribusi lebih tertib. Kami yakin penerimaan bisa jauh lebih optimal dengan transparansi seperti ini,” tegasnya.

3. Pendekatan Humanis kepada Pedagang

Selain inovasi teknologi, Eva menekankan pentingnya komunikasi intens dengan para pedagang dan penyewa lapak.

Ia mengakui masih ada sebagian kecil pedagang yang menunggak, namun jumlahnya terus menyusut.

Baca juga: 3 Jenis Pelayanan Publik yang Diprediksi Ramaikan Food Court Pasar SAD di Berau Kaltim

Terkait isu kenaikan biaya, Eva menegaskan bahwa tidak ada kenaikan tarif retribusi di tahun 2026.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved