Berita Berau Terkini
Sebagai Wilayah 3T, Berau Butuh 61 SPPG, Saat Ini Baru 7 yang Beroperasi
Rakhmasi Pasarakan mengatakan sebagai wilayah 3T di Berau masih membutuhkan 61 SPPG untuk menjangkau seluruh penerima manfaat
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Pemkab Berau telah menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur.
Kepala Dinas Pangan Berau selaku satgas percepatan MBG di Berau Rakhmasi Pasarakan mengatakan sebagai wilayah 3T di Berau masih membutuhkan 61 SPPG untuk menjangkau seluruh penerima manfaat.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) adalah unit layanan dan dapur pusat yang didirikan oleh mitra Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memproduksi serta mendistribusikan makanan bergizi sesuai standar, guna mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). SPPG berfokus pada kualitas nutrisi, kebersihan, dan pemberdayaan ekonomi lokal, dengan struktur pegawai mulai dari kepala hingga relawan dapur.
Baca juga: 3 Kasus Pidana Korupsi di Berau pada Januari 2026, Kejari Klaim Tidak Kendur Menangani
Daerah 3T merujuk pada wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar di Indonesia, yang mendapat prioritas pembangunan pemerintah dalam hal infrastruktur, telekomunikasi, pendidikan, dan layanan publik.
Apalagi, saat ini ibu hamil dan menyusuipun masuk dalam sasaran MBG di Berau. Menurutnya, terdapat tantangan tersendiri bagi wilayah Berau apalagi total kampung yang ada sebanyak 100 kampung. Saat ini, SPPG yang beroperasi masih 7 unit saja.
“Ya bahkan kami sudah menemui BGN bersama dengan Wakil Bupati Berau untuk percepatan pemenuhan SPPG,” ungkapnya kepada TribunKaltim.co, Minggu (1/2/2026).
“Pemkab Berau siap mendukung penuh sesuai kewenangan daerah, agar SPPG bisa segera terbentuk dan beroperasi,”lanjutnya.
Ia juga menilai Kabupaten Berau memiliki potensi besar untuk mendukung keberhasilan Program MBG, mulai dari ketersediaan bahan pangan lokal hasil pertanian, perikanan, dan peternakan, hingga keberadaan pelaku UMKM pangan yang siap dilibatkan dalam rantai pasok SPPG.
“Berau punya sumber daya pangan yang cukup. Jika dikelola dengan baik, MBG bisa menjadi penggerak ekonomi lokal sekaligus menjamin kualitas gizi,” tambahnya.
Pihaknya juga optimis sejalan dengan pusat, program MBG berpotensi menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah melalui penyerapan tenaga kerja lokal dan peningkatan permintaan produk pangan lokal.
Menurutnya, sinergi dengan BGN menjadi kunci agar pembentukan SPPG, baik di wilayah aglomerasi maupun daerah 3T, dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan.
“Ya intinya memang kolaborasi, walaupun BGN memang punya peranan besar”, tegasnya.
Melalui percepatan pembentukan SPPG ini, Pemerintah Kabupaten Berau berharap Program MBG tidak hanya berdampak pada perbaikan status gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat ekonomi daerah dan pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
“Dengan MBG ini diharapkan ekonomi daerah juga bisa unggul,” tutupnya.
Sementara itu, perwakilan BGN di Berau, Oktaviana tidak bisa memberikan statement lebih lanjut, lantaran harus mengikuti arahan BGN pusat dan semua statement tentang MBG mengikuti dengan arahan BGN di pusat.
| 2 Pria di Karang Ambun Berau Dibekuk, Polisi Sita Sabu Siap Edar 44,22 Gram |
|
|---|
| Marak Kasus Asusila Anak di Berau, Anggota DPRD Thamrin Minta Pelaku Dihukum Seberat-beratnya |
|
|---|
| 5 Atlet Judo Berau Perkuat Tim Kaltim di Kapolri Cup 2026, Bupati Sri Juniarsih Beri Apresiasi |
|
|---|
| Launching Koperasi Desa Merah Putih di Berau Masih Simbolis, Perlengkapan Gerai Belum Lengkap |
|
|---|
| Gerakan Pasar Ikan Murah di Berau, 6 Ton Lebih Ludes Diserbu Warga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260201_MBG-di-berau.jpg)