Sabtu, 9 Mei 2026

Program Makan Bergizi Gratis

MBG Mahulu Masih Penyesuaian, Pemda Usulkan Ganti 18 Investor SPPG Tanpa Progres

Program Makan Bergizi Gratis di Mahakam Ulu masih beradaptasi dengan wilayah terpencil, progres investor SPPG belum merata

Tayang:
Penulis: Desy Filana | Editor: Amelia Mutia Rachmah
TRIBUN KALTIM/Desy Filana
MBG DI MAHULU - Dapur MBG di Samping cafe Mulai Cerita, Jl. Poros Long Melaham-Ujoh Bilang RT 15, Kec. Long Bagun, Kab. Mahakam Ulu pada Senin (3/2/2026). (TRIBUNKALTIM.CO/DESY FILANA) 
Ringkasan Berita:
  • Program MBG di Mahakam Ulu masih tahap penyesuaian karena kondisi geografis terpencil.
  • Dari 26 investor SPPG yang ditetapkan BGN, 18 belum menunjukkan progres pembangunan.
  • Pemda menargetkan operasional awal SPPG pada Februari–Maret 2026 dan membuka rekrutmen tenaga non-P3K.

TRIBUNKALTIM.CO, UJOH BILANG - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mahakam Ulu hingga awal tahun ini masih dalam tahap penyesuaian, mengingat kondisi wilayah yang tergolong terpencil meski tidak masuk kategori daerah 3T.

Asisten I Setkab Mahakam Ulu, Agustinus Teguh Santoso, menjelaskan pembangunan dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah terpencil memiliki aturan berbeda dibanding daerah perkotaan.

Penyesuaian tersebut mengacu pada regulasi Badan Gizi Nasional (BGN) yang terbit pada Juli 2025, termasuk syarat jarak dapur ke sekolah maksimal 30 menit serta tanggung jawab investor terhadap kebersihan dan keamanan.

Luas bangunan SPPG di daerah terpencil juga lebih kecil, yakni minimal 10x15 meter, menyesuaikan jumlah penerima manfaat yang di beberapa kampung hanya puluhan orang.

Dari 50 kampung di Mahakam Ulu, pemerintah daerah mengusulkan pendirian 27 titik MBG yang tersebar di berbagai kampung seperti di kecamatan Long Apari ada di kampung Long Apari, kampung Noha Silat, dan ibukota kecamatan Tiong Ohang.

Baca juga: Naik Status Jadi Labkesmas, Labkesda Kutai Timur Bakal Awasi Dapur MBG

Hingga kini, BGN telah menetapkan 26 investor untuk pembangunan SPPG, namun baru delapan yang menunjukkan progres signifikan, sementara 18 lainnya belum memulai pembangunan sama sekali sejak penetapan pada November 2025.

Pemerintah daerah pun mengusulkan agar 18 investor tanpa progres tersebut dilakukan rollback atau diganti dengan investor lain yang dinilai lebih memahami kondisi lokal.

“Kami melihat investor lokal justru lebih banyak yang berjalan karena mereka paham medan dan situasi di Mahakam Ulu,” ujar Teguh pada Tribunkaltim.co, Selasa (3/2/2026).

Salah satu SPPG yang telah siap beroperasi berada di Long Melaham dan telah dilaporkan ke BGN untuk dilakukan verifikasi operasional.

Pemerintah daerah menargetkan setidaknya satu SPPG dapat mulai berjalan pada Februari atau Maret 2026.

Baca juga: Isu Pengangkatan Pegawai MBG Jadi PPPK Dinilai Lukai Harapan Guru Honorer di Balikpapan

Sementara itu, terkait isu pengangkatan pegawai SPPG menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), Teguh menyebut hal tersebut masih jauh dari bayangan pemerintah daerah.

Menurutnya, saat ini SPPG yang siap beroperasi baru sebatas membuka lowongan tenaga masak, kebersihan, sopir, dan tenaga gizi secara terbuka.

“Karena operasionalnya belum berjalan, kami belum bisa mengusulkan pengangkatan P3K, mungkin setelah program ini berjalan stabil sekitar satu tahun,” jelasnya.

Pemerintah daerah berharap program MBG di Mahakam Ulu dapat segera berjalan optimal demi menjangkau pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, lansia, dan balita di wilayah terpencil. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved