Sabtu, 23 Mei 2026

Berita Kaltim Terkini

Cuaca Ekstrem Bayangi Kaltim, BPBD Keluarkan Peringatan Dini

BPBD Kaltim mengeluarkan peringatan dini dan meningkatkan kewaspadaan menghadapi ancaman banjir, longsor, hingga karhutla.

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO
HADAPI CUACA EKSTREM - Ilustrasi Banjir di Jalan Sentosa Gang Kenangan kecamatan Sungai Pinang Samarinda KalimantannTimur. Menghadapi anomali cuaca yang kian sulit diprediksi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalimantan Timur atau BPBS Kaltim mengeluarkan peringatan dini dan memperketat pengawasan potensi bencana di seluruh kabupaten/kota. (TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO) 
Ringkasan Berita:
  • BPBD Kaltim mengeluarkan peringatan dini menyusul cuaca fluktuatif yang berpotensi memicu bencana.
  • Pemerintah daerah berproses menetapkan status siaga bencana meteorologi selama satu tahun penuh.
  • Masyarakat diimbau aktif menjaga lingkungan dan memahami prosedur evakuasi mandiri.

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Cuaca ekstrem kembali membayangi Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Menghadapi anomali cuaca yang kian sulit diprediksi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalimantan Timur atau BPBS Kaltim mengeluarkan peringatan dini dan memperketat pengawasan potensi bencana di seluruh kabupaten/kota.

Langkah antisipatif ini ditempuh setelah BPBD Kaltim mencermati pola cuaca yang fluktuatif.

Seperti hujan deras datang tiba-tiba lalu berganti panas terik, serta berkaca pada catatan 2025 yang diwarnai banjir dan longsor akibat curah hujan tinggi.

Baca juga: Berau dan Kutim Waspada! Peringatan Dini Cuaca Kaltim: Hujan Lebat Berpotensi Disertai Angin Kencang

Di sisi lain, fase transisi suhu juga memicu ancaman kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang tak kalah serius.

Sekretaris BPBD Kaltim, Yasir, menegaskan pemerintah daerah memilih langkah preventif agar tidak kecolongan.

“Kondisi cuaca saat ini sangat fluktuatif; hujan deras tiba-tiba yang diikuti panas terik. Oleh karena itu, tahun ini kami berproses untuk menetapkan status siaga bencana meteorologi Kalimantan Timur selama satu tahun penuh,” ujarnya, Sabtu (7/2/2026).

Selain menguatkan koordinasi lintas wilayah, BPBD Kaltim juga mematangkan kesiapan internal.

Baca juga: BPBD Kaltim Waspadai 3 Wilayah yang Memiliki Potensi Hujan Lebat Tinggi

Peningkatan kapasitas personel di lapangan dilakukan secara intensif, seiring pemeliharaan alat evakuasi agar selalu siap digunakan saat terjadi kedaruratan.

BPBD Kaltim turut menekankan peran masyarakat dalam mitigasi.

Kepedulian menjaga lingkungan, seperti tidak membuang sampah sembarangan yang berpotensi menyumbat aliran air dinilai krusial untuk menekan risiko banjir.

“Penanggulangan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tugas bersama seluruh stakeholder,” tuturnya.

Baca juga: BPBD Kaltim Ungkap Muara Badak dan Berau Paling Rawan Alami Gempa Bumi

Lebih lanjut, Yasir mengimbau warga memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi dan segera melapor ke instansi penanggulangan bencana setempat bila terjadi kondisi darurat.

Kewaspadaan di tingkat rumah tangga juga menjadi perhatian, termasuk pemahaman prosedur penyelamatan diri sebagai benteng pertahanan pertama.

“Setiap keluarga diharapkan memahami langkah evakuasi mandiri jika terjadi bencana di wilayahnya,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved