Berita Kaltim Terkini
Cuaca Ekstrem Bayangi Kaltim, BPBD Keluarkan Peringatan Dini
BPBD Kaltim mengeluarkan peringatan dini dan meningkatkan kewaspadaan menghadapi ancaman banjir, longsor, hingga karhutla.
Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Miftah Aulia Anggraini
Ringkasan Berita:
- BPBD Kaltim mengeluarkan peringatan dini menyusul cuaca fluktuatif yang berpotensi memicu bencana.
- Pemerintah daerah berproses menetapkan status siaga bencana meteorologi selama satu tahun penuh.
- Masyarakat diimbau aktif menjaga lingkungan dan memahami prosedur evakuasi mandiri.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Cuaca ekstrem kembali membayangi Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Menghadapi anomali cuaca yang kian sulit diprediksi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalimantan Timur atau BPBS Kaltim mengeluarkan peringatan dini dan memperketat pengawasan potensi bencana di seluruh kabupaten/kota.
Langkah antisipatif ini ditempuh setelah BPBD Kaltim mencermati pola cuaca yang fluktuatif.
Seperti hujan deras datang tiba-tiba lalu berganti panas terik, serta berkaca pada catatan 2025 yang diwarnai banjir dan longsor akibat curah hujan tinggi.
Baca juga: Berau dan Kutim Waspada! Peringatan Dini Cuaca Kaltim: Hujan Lebat Berpotensi Disertai Angin Kencang
Di sisi lain, fase transisi suhu juga memicu ancaman kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang tak kalah serius.
Sekretaris BPBD Kaltim, Yasir, menegaskan pemerintah daerah memilih langkah preventif agar tidak kecolongan.
“Kondisi cuaca saat ini sangat fluktuatif; hujan deras tiba-tiba yang diikuti panas terik. Oleh karena itu, tahun ini kami berproses untuk menetapkan status siaga bencana meteorologi Kalimantan Timur selama satu tahun penuh,” ujarnya, Sabtu (7/2/2026).
Selain menguatkan koordinasi lintas wilayah, BPBD Kaltim juga mematangkan kesiapan internal.
Baca juga: BPBD Kaltim Waspadai 3 Wilayah yang Memiliki Potensi Hujan Lebat Tinggi
Peningkatan kapasitas personel di lapangan dilakukan secara intensif, seiring pemeliharaan alat evakuasi agar selalu siap digunakan saat terjadi kedaruratan.
BPBD Kaltim turut menekankan peran masyarakat dalam mitigasi.
Kepedulian menjaga lingkungan, seperti tidak membuang sampah sembarangan yang berpotensi menyumbat aliran air dinilai krusial untuk menekan risiko banjir.
“Penanggulangan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tugas bersama seluruh stakeholder,” tuturnya.
Baca juga: BPBD Kaltim Ungkap Muara Badak dan Berau Paling Rawan Alami Gempa Bumi
Lebih lanjut, Yasir mengimbau warga memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi dan segera melapor ke instansi penanggulangan bencana setempat bila terjadi kondisi darurat.
Kewaspadaan di tingkat rumah tangga juga menjadi perhatian, termasuk pemahaman prosedur penyelamatan diri sebagai benteng pertahanan pertama.
“Setiap keluarga diharapkan memahami langkah evakuasi mandiri jika terjadi bencana di wilayahnya,” pungkasnya. (*)
| Menguak Fenomena Kaltim Darurat Narkoba, dari Isu Mental Health hingga Gurita Ekonomi Gelap |
|
|---|
| Daftar 3 Polisi di Kaltim yang Terjerat Narkoba, Kabareskrim Polri: Tidak Ada yang Kebal Hukum |
|
|---|
| Pimpin Gerakan Menjaga Jalan Nasional, Kepala BBPJN Kaltim: Ini Mandat Presiden Prabowo |
|
|---|
| Sentil Dana CSR Perusahaan di Kaltim, Abdulloh: Harus Menyentuh Masyarakat Bawah |
|
|---|
| POPULER KALTIM: DPRD Balikpapan Soroti Isu Begal, Samarinda Raih Nilai A Pelayanan Publik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250612-banjir-di-Samarinda.jpg)