Jumat, 5 Juni 2026

Ibadah Haji 2026

Dinkes Samarinda Perketat Skrining Haji, Penderita Amnesia hingga Obesitas Berisiko Batal Berangkat

Dinas Kesehatan Kota Samarinda menegaskan bahwa pemberian vaksinasi bagi 1.071 calon jemaah haji tahun ini dilakukan dengan seleksi kesehatan

Tayang: | Diperbarui:
TRIBUN KALTIM/Gregorius Agung Salmon
SKRINING HAJI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda memperketat skrining kesehatan terhadap 1.071 calon jemaah haji. Selain vaksinasi Meningitis, kondisi medis seperti penyakit jantung, amnesia, hingga obesitas menjadi faktor penentu kelayakan keberangkatan ke Tanah Suci. (TRIBUNKALTIM.CO/GREREGORIUS AGUNG SALMON) 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda menegaskan bahwa pemberian vaksinasi bagi 1.071 calon jemaah haji tahun ini dilakukan dengan seleksi kesehatan yang sangat ketat.

Status keberangkatan jemaah kini sangat bergantung pada hasil pemeriksaan medis awal.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Dinkes Samarinda, Nata Siswanto, mewakili Kepala Dinkes Ismed Kusasih, mengungkapkan bahwa tidak semua jemaah yang terdaftar otomatis bisa berangkat, terutama bagi mereka yang memiliki risiko tinggi.

Berdasarkan standar kesehatan haji, terdapat beberapa kondisi medis utama yang dapat membatalkan keberangkatan atau memerlukan penanganan khusus.

Ia mengatakan penyakit jantung parah akan dievaluasi secara mendalam untuk menentukan apakah pasien layak terbang (fit to fly) dan mampu menjalani aktivitas fisik berat.

Baca juga: Kisah Perjuangan Jamaah Haji Lansia dari Bontang Ibadah ke Tanah Suci, Sempat Jual Tanah

Kemudian Lansia dengan gangguan daya ingat serius menjadi perhatian khusus guna menghindari risiko jemaah tersesat atau kesulitan mengikuti rute ibadah.

Bukan hanya itu, berat badan berlebih dikhawatirkan menyulitkan mobilisasi jemaah, mengingat ibadah haji menuntut fisik yang kuat untuk berjalan kaki berkilo-kilometer.

"Kegiatan di sana durasinya lama dan fisiknya cukup berat. Kita harus deteksi dari awal agar jemaah berangkat sehat dan pulang juga tetap sehat," ujar Nata Siswanto.

Bagi jemaah lansia yang masih dinyatakan layak berangkat namun membutuhkan bantuan, keberadaan pendamping menjadi syarat mutlak. Namun, Dinkes juga menetapkan standar tinggi bagi para pendamping.

"Pendampingnya juga kita periksa secara intensif. Jangan sampai yang mendampingi justru sakit, karena itu malah akan menambah beban di sana," tegasnya.

Baca juga: 85 Jamaah Haji Asal Kubar Tiba di Pelabuhan Melak Besok 9 Juli 2025, Ini Aturan Bagi Penjemput

Jemaah yang mengikuti vaksinasi di Puskesmas Baqa dan Gedung PKK minggu ini adalah mereka yang mayoritas telah melewati fase pemeriksaan awal.

Setelah dinyatakan sehat secara medis, jemaah mendapatkan vaksinasi wajib Meningitis, serta tawaran vaksinasi tambahan seperti Influenza dan Polio. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved