Rabu, 20 Mei 2026

Setahun Pemerintahan Rudy dan Seno

3 Hal yang Disorot DPRD Kaltim soal Program Gratispol, Lemahnya Koordinasi dan Risiko Fiskal

3 hal yang disorot DPRD Kaltim soal program Gratispol, lemahnya koordinasi dan risiko fiskal, Senin (9/2/2026).

Tayang:
TRIBUN KALTIM/Mohammad Fairoussaniy
GRATISPOL -  Dokumentasi saat rapat persiapan persiapan menjelang peluncuran program unggulan bertajuk Gratispol Generasi Emas yang akan digelar pada Senin, 21 April 2025 lalu. Setahun berjalan, program ‘Gratispol’ mendapat catatan penting dari DPRD Kaltim. (TRIBUNKALTIM.CO/ MOHAMMAD FAIROUSSANIY) 

“Kalau petanya jelas, koordinasi kuat, rakyat juga mudah mengawasi,” tandasnya.

Rudy Mas'ud Akui Gratispol Belum Sempurna

Program bantuan pendidikan "Gratispol" milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur belakangan sedang ramai diperbincangkan.

Beberapa mahasiswa mengaku sempat kesulitan, mulai dari masalah pendaftaran hingga pembatalan bantuan secara tiba-tiba.

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Masud, mengakui bahwa program yang sudah berjalan hampir satu tahun ini memang belum berjalan maksimal. 

Dia bilang kendala di lapangan seringkali muncul karena adanya salah paham mengenai aturan dan syarat penerima bantuan. 

Baca juga: Kunjungan Wisman ke Kaltim Tahun 2025 Melonjak 113 Persen, Samarinda Jadi Magnet Utama

Rudy menegaskan pemerintah tidak menutup mata, pihaknya menampung kritik terhadap program tersebut.

"Mungkin hanya ada kesalahan persepsi saja, tentu karena program ini adalah program yang perdana dan baru tentu tidak ada yang sempurna kami menerima seluruh kritik dan saran," kata Rudy Mas'ud, Senin (9/2/2026).

Untuk membereskan masalah ini, Rudy berjanji akan segera melakukan evaluasi di Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) sebagai OPD yang menghendel berjalannya program.

Orang nomor satu di Kaltim itu juga mengingatkan kembali bahwa ada aturan main yang harus dipenuhi untuk mendapatkan bantuan ini.

Syarat utamanya adalah penerima harus warga asli Kalimantan Timur atau minimal sudah menetap selama tiga tahun. 

Selain itu, bantuan ini memang dikhususkan bagi mahasiswa kelas reguler mulai jenjang S1 hingga S3, dan bukan untuk mereka yang mengambil kelas eksekutif.

Dia menyadari dari puluhan ribu orang yang sudah terdaftar, mungkin masih ada sebagian kecil yang belum terakomodasi atau salah paham mengenai prosedur yang ada.

"Jadi ini mungkin yang agak sedikit keliru dan sebenarnya untuk yang regular mulai dari S1 sampai dengan S3 itu tetap kita berikan," tambahnya.

Rudy juga menambahkan, selain membantu mahasiswa, program Gratispol juga diprioritaskan untuk kalangan guru. Dia percaya, kunci untuk menciptakan generasi emas Kaltim dimulai dari kualitas tenaga pendidiknya. 

"Kalau gurunya hebat kami yakin akan melahirkan mencetak generasi-generasi ataupun mahasiswa-mahasiswa generasi-generasi mulai kita yang lebih hebat lagi," pungkasnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved