Breaking News
Jumat, 17 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Walikota Samarinda Andi Harun Jelaskan Penyebab Air Keruh, Minta Warga Tidak Dramatisir

Keluhan air keruh ramai di Samarinda, Wali Kota Andi Harun minta warga objektif dan segera laporkan titik bermasalah

TRIBUN KALTIM/Gregorius Agung Salmon
MINTA JANGAN DRAMATISIR - Andi Harun menjelaskan bahwa munculnya air keruh di rumah pelanggan seringkali merupakan dampak teknis dari proses pemeliharaan rutin, seperti pengurasan pipa atau pembersihan instalasi. (TRIBUNKALTIM.CO/GREGORIUS AGUNG SALMON) 
Ringkasan Berita:
  • Walikota Samarinda jelaskan air keruh akibat pemeliharaan pipa dan bersifat sementara.
  • Tantangan sumber air baku Sungai Karang Mumus memicu sedimentasi pipa.
  • Warga diminta melapor agar Perumdam bisa lakukan respons cepat.

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Keluhan air keruh di Samarinda yang ramai disuarakan netizen mendapat tanggapan langsung dari Walikota Samarinda Andi Harun

Ia meminta masyarakat melihat persoalan secara objektif dan tidak mendramatisir kondisi pelayanan air bersih di Kota Tepian.

Pernyataan tersebut disampaikan Andi Harun usai meresmikan lima Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru di kawasan Berambai, Samarinda, Kalimantan Timur Rabu (11/2/2026). 

Menurutnya, air keruh yang muncul di sejumlah rumah pelanggan umumnya merupakan dampak teknis dari proses pemeliharaan rutin jaringan distribusi.

Ia menjelaskan, pengurasan pipa dan pembersihan instalasi secara berkala sering kali memicu kotoran atau endapan dalam pipa terbawa aliran air menuju rumah pelanggan.

Baca juga: 5 Poin Hasil Pertemuan Walikota Andi Harun dan Pedagang Pasar Pagi Samarinda

Namun, kondisi itu bersifat sementara dan tidak mencerminkan keseluruhan kualitas layanan Perumdam Tirta Kencana.

"Jangan gambarkan seolah-olah jika ada satu kejadian, itulah yang merepresentasikan seluruh pelayanan kita. Kadang saat pengurasan, ada satu-dua rumah yang terkena dampak kotoran pipa. Kami tidak bilang pelayanan kami sempurna, tapi kita harus fair," ujar orang nomor satu di Kota Tepian ini usai meresmikan 5 IPA baru di Berambai Samarinda, Rabu (11/2/2026).

Walikota juga menyoroti tantangan geografis Samarinda, di mana sumber air baku dari Sungai Karang Mumus memiliki karakteristik yang berbeda dengan sumber air di daerah lain seperti di Jawa.

Kondisi ini membuat pipa distribusi lebih rentan terhadap pengendapan sedimen yang harus dibersihkan secara berkala.

"Sumber air baku kita beda. Saat kita melakukan pembersihan, pastikan pipa itu kotor sesaat, tapi kami pastikan itu tidak akan berlangsung berhari-hari. Insyaallah, 2 sampai 3 hari kemudian kualitasnya kembali bagus," tambahnya.

Baca juga: Andi Harun Respons Pujian Hasto, Pembangunan Samarinda Hasil Kerja Bersama

Lebih lanjut, Mantan Anggota DPRD Kaltim ini memberikan dukungannya kepada para petugas lapangan Perumdam Tirta Kencana yang bekerja 24 jam di balik layar.

Ia berharap kritik yang masuk tetap mempertimbangkan kerja keras para karyawan yang seringkali tidak terlihat oleh publik.

"Jangankan masyarakat, saya sendiri sebagai pimpinan belum puas 100 persen. Tapi saya tahu mereka bekerja sangat keras, bahkan saat kita tidur. Saya tidak boleh mengabaikan dedikasi mereka hanya karena satu-dua kesalahan teknis," tegasnya.

Meski demikian, Walikota tetap terbuka terhadap kritik dan laporan warga. Ia mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan lokasi spesifik yang mengalami kendala air bersih agar tim di lapangan bisa melakukan respons cepat (quick response).

"Terima kasih atas koreksinya. Laporkan saja jika ada titik yang bermasalah, di mana lokasinya, agar segera kami tangani. Kami terus berupaya memperbaiki kekurangan yang ada secara bertahap," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved