Rabu, 20 Mei 2026

Kebakaran Ruko Ponsel di Samarinda

Kebakaran Ruko Ponsel di Samarinda, Api Diduga Berasal dari AC

Ruko elektronik Surya Phone Samarinda terbakar Rabu sore. Api diduga akibat korsleting AC di gudang lantai dua

Tayang:
TRIBUN KALTIM/Gregorius Agung Salmon
KEBAKARAN RUKO SAMARINDA - Si jago merah mengamuk di pusat perbelanjaan elektronik, Surya Phone, yang berlokasi di Jalan KH Abul Hasan, Kelurahan Pasar Pagi, Kecamatan Samarinda Kota, pada Rabu (11/2/2026) sore. (TRIBUNKALTIM.CO/GREGORIUS AGUNG SALMON) 

Ringkasan Berita:
  • Ruko Surya Phone di Samarinda terbakar Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 16.00 WITA.
  • Api diduga akibat korsleting AC di bagian belakang bangunan.
  • Sebanyak 12 unit damkar dikerahkan, kerugian materi masih dihitung.

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Si jago merah mengamuk di pusat perbelanjaan elektronik, Surya Phone, yang berlokasi di Jalan KH Abul Hasan, Kelurahan Pasar Pagi, Kecamatan Samarinda Kota, pada Rabu (11/2/2026) sore.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 16.00 WITA tersebut menghanguskan ruko dua pintu berlantai dua yang berisi ratusan gawai, televisi, dan perangkat elektronik lainnya.

Peristiwa ini mengundang perhatian warga sekitar karena asap hitam pekat membumbung tinggi dari bangunan yang terbakar.

KEBAKARAN RUKO - Salah satu rumah toko (ruko) yang menjual ponsel, Surya Phone di Jalan KH. Abul Hasan, Kelurahan Pasar Pagi, Kecamatan Samarinda Kota, Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) terbakar, Rabu (11/2/2026) pukul 16.05 Wita. (TRIBUNKALTIM.CO/GREGORIUS AGUNG SALMON)
KEBAKARAN RUKO - Salah satu rumah toko (ruko) yang menjual ponsel, Surya Phone di Jalan KH. Abul Hasan, Kelurahan Pasar Pagi, Kecamatan Samarinda Kota, Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) terbakar, Rabu (11/2/2026) pukul 16.05 Wita. (TRIBUNKALTIM.CO/GREGORIUS AGUNG SALMON)

Api dengan cepat membesar di dalam ruko yang dikenal sebagai pusat penjualan perangkat elektronik tersebut.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Samarinda, Hendra AH, mengungkapkan bahwa api diduga berasal dari korsleting arus pendek pada unit Air Conditioner (AC) yang berada di bagian belakang bangunan.

Baca juga: BREAKING NEWS: Bangunan Ruko Ponsel Surya Phone di Samarinda Terbakar

"Dugaan sementara api berasal dari arah belakang karena korsleting AC. Namun, kami masih menunggu hasil penyelidikan mendalam dari pihak kepolisian," ujar Hendra saat ditemui di lokasi kejadian.

Upaya Pemadaman Terkendala

Proses pemadaman melibatkan sedikitnya 12 unit kendaraan pemadam kebakaran dari lima posko di Kota Samarinda, serta dukungan armada relawan.

Petugas berjibaku memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan lain yang berhimpitan di kawasan pertokoan tersebut.

Api akhirnya berhasil dikuasai dalam waktu kurang lebih satu jam.

Namun, Kepala Damkar Samarinda menyayangkan adanya kerumunan warga yang menonton di sekitar lokasi kebakaran sehingga menghambat mobilitas petugas.

Baca juga: Walikota Samarinda Andi Harun Jelaskan Penyebab Air Keruh, Minta Warga Tidak Dramatisir

"Kami minta masyarakat beri ruang untuk petugas dan relawan. Kerumunan ini sangat membahayakan, apalagi warga tidak menggunakan APD. Ada risiko material bangunan seperti kayu atau tangki yang bisa jatuh sewaktu-waktu," tegasnya.

Irfan, seorang petugas keamanan (satpam) di ruko sebelah kejadian memberikan kesaksian bahwa titik api pertama kali terlihat di gudang lantai dua.

Ia dan karyawan toko pun sempat melakukan upaya pemadaman mandiri sebelum petugas tiba dilokasi.

"Sumbernya dari gudang lantai dua. Kami sudah mencoba melakukan tindakan awal menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), tapi jumlahnya tidak mencukupi sehingga asap terus membesar dan api tidak terkendali," ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai total kerugian materiil, namun dipastikan kerusakan cukup parah mengingat banyaknya barang elektronik yang hangus terbakar.

Petugas kepolisian telah memasang garis polisi untuk keperluan olah TKP lebih lanjut. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved