Jumat, 15 Mei 2026

Ramadhan 2026

Bubur Peca Masjid Tua Samarinda Seberang, Warisan Budaya Tak Benda yang Hangatkan Ramadhan

Di Samarinda, terdapat satu tradisi berbuka puasa yang tak lekang oleh waktu, yakni sajian Bubur Peca di Masjid Shiratal Mustaqiem, Samarinda Seberang

Tayang:
TRIBUN KALTIM/Mohammad Fairoussaniy
TRADISI BUBUR PECA - Suasana buka puasa bersama di Masjid Shiratal Musthaqiem (Masjid Tua) yang terletak di Jalan Pangeran Bendahara, Kelurahan, Mesjid, Kecamatan Samarinda Seberang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis (19/2/2026). Disini ada hidangan Bubur Peca dengan resep turun temurun dihidangkan oleh ibu–ibu sekitar masjid tua, tradisi ini terus dirawat oleh masyarakat membuat suasana setiap Ramadan yang sederhana, penuh makna. (TRIBUNKALTIM.CO/ MOHAMMAD FAIROUSSANIY) 

Langkah ini diambil untuk menjamin tradisi luhur tersebut tidak hilang ditelan zaman.

Bagi warga sekitar, berbuka di masjid kayu berusia seabad lebih ini adalah momen nostalgia.

Muhammad Darwin (35), warga Kampung Tenun, mengaku selalu teringat masa kecilnya saat diajak sang ayah berbuka di sana.

“Rempahnya terasa sekali, beda dengan bubur lain. Ada suasana hangat karena makan bersama-sama secara sederhana di selasar masjid. Ini mengajarkan kita tentang kepedulian sosial,” ungkap Darwin.

Baca juga: 5 Resep Takjil Viral Ramadan 2026 untuk Jualan, Minuman Segar Modal Kecil Untung Besar

Suasana gotong royong begitu kental terasa di Masjid Shiratal Mustaqiem.

Mulai dari proses memasak oleh ibu-ibu sekitar hingga penyajian secara berjejer di serambi masjid, semuanya mencerminkan kekayaan budaya masyarakat Samarinda Seberang yang tetap terjaga di tengah modernitas. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved