Berita Kaltim Terkini
Masih Ada 3 Desa Tertinggal di Kubar, Pemprov Kaltim Siapkan Program Lintas Sektor
Dari total 841 desa di Kalimantan Timur (Kaltim), kini tersisa tiga desa yang masih berstatus tertiggal.
Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Rita Noor Shobah
Ringkasan Berita:
- Tiga desa di Kutai Barat masih berstatus tertinggal, yakni Deraya, Tanjung Soke, dan Gerunggung.
- Pemprov Kaltim memprioritaskan pembangunan jalan sepanjang 22–25 km sebagai solusi utama peningkatan aksesibilitas.
- Pendampingan lintas sektor dilakukan melalui perpustakaan desa, PLTS, dan digitalisasi, dengan target ketiga desa naik status menjadi desa berkembang tahun ini.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Dari total 841 desa di Kalimantan Timur (Kaltim), kini tersisa tiga desa yang masih berstatus tertiggal.
Status desa tertinggal merujuk pada klasifikasi pemerintah berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM), yaitu indikator yang menilai tingkat perkembangan desa dari aspek sosial, ekonomi, dan ekologi.
Ketiga desa tertinggal tersebut berada di Kabupaten Kutai Barat, yakni Desa Deraya, Desa Tanjung Soke, dan Desa Gerunggung.
Baca juga: Proyek Jalan Alternatif Kukar–Kubar 90 Km, DPRD Kaltim Minta DED Tuntas
Ratusan desa lainnya telah naik kelas menjadi desa berkembang, maju, hingga mandiri.
Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) melakukan evaluasi langsung ke lapangan.
Kepala DPMPD Kaltim, Puguh Harjanto, menyebut kunjungan dilakukan bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
"Ya, kita sudah melakukan evaluasi dan juga visitasi terakhir dengan beberapa OPD kemarin di tiga kampung di Bongan," ujar Kepala DPMPD Kaltim, Puguh Harjanto, Kamis (19/2/2026).
Fokus Pembangunan Jalan
Menurut Puguh, tiga desa tersebut mendapat perhatian langsung dari Gubernur Kalimantan Timur, khususnya terkait persoalan infrastruktur jalan yang menjadi kendala utama peningkatan status desa.
"Pak Gubernur sangat mendukung tentunya fasilitas aksesibilitas jalan yang akan dibantu oleh provinsi dari KM 88 sampai ke Gerunggung ya, kurang lebih antara 22 sampai 25 kilometer," kata dia.
Pembangunan jalan sepanjang 22 hingga 25 kilometer tersebut direncanakan menggunakan dana APBD Kalimantan Timur, dengan pelaksanaan teknis diserahkan kepada Dinas PUPR, Bappeda, serta BPKAD.
Baca juga: Sambut Ramadan 2026, BBPJN Kaltim Sigap Benahi Jalur Mudik Muara Muntai-Kubar
Pendampingan Lintas Sektor
Selain pembangunan jalan, Pemprov Kaltim juga menyiapkan program pendampingan lintas sektor:
- Dinas Perpustakaan: Pendirian perpustakaan desa.
- Dinas ESDM: Bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
- DPMPD: Program digitalisasi desa.
Langkah komprehensif ini diharapkan mampu mendongkrak IDM sehingga tiga desa tersebut bisa naik status menjadi desa berkembang.
“Kemungkinan tahun ini kita optimis tiga kampung ini bisa naik statusnya,” pungkas Puguh. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20251104_desa-tertinggal.jpg)