Berita Paser Terkini
Sudah 576 Ekor, Program 1.000 Sapi Paser Dikebut Hingga 2029
Program 1.000 sapi Paser capai 576 ekor hingga 2026, sisa target dikebut bertahap sampai 2029 untuk perkuat ketahanan pangan daerah.
Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Miftah Aulia Anggraini
Ringkasan Berita:
TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser terus merealisasikan program pengadaan 1.000 ekor sapi sebagai salah satu dari 11 program prioritas daerah untuk memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan peternak.
Program tersebut mulai berjalan sejak tahun 2025 yang dilaksanakan oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Paser.
Kepala Disbunak Paser, Djoko Bawono, menyampaikan bahwa hingga tahun 2026 jumlah sapi yang telah direalisasikan telah mencapai 576 ekor.
"Program ini merupakan bagian dari visi pembangunan daerah Paser Tuntas lima tahun ke depan, sejak dimulai pada 2025 hingga tahun ini, sudah 576 ekor sapi yang telah disalurkan ke kelompok tani," terang Djoko, Selasa (24/2/2026).
Baca juga: Disbunak Paser Siapkan 4.800 Dosis Vaksin untuk Cegah Penyebaran Virus LSD
Tahun pertama pelaksanaan, Disbunak Paser telah merealisasikan 438 ekor sapi yang tersebar di Kecamatan Long Ikis, Kecamatan Kuaro, Kecamatan Paser Belengkong, dan Kecamatan Tanah Grogot.
"Distribusi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan kelompok tani, ketersediaan pakan, serta sarana pendukung lainnya," tambahnya.
Setiap kelompok penerima juga diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan teknis, termasuk memiliki kandang yang layak dan komitmen untuk mengembangkan ternak secara berkelanjutan.
Memasuki tahun 2026, Disbunak Paser kembali melanjutkan program tersebut dengan pengadaan 138 ekor sapi.
Baca juga: Disbunak Paser Pastikan Stok Ternak Cukup untuk Penuhi Kebutuhan Daging Selama Ramadhan
"Sapi-sapi itu didistribusikan ke beberapa kecamatan lain di Paser guna memperluas cakupan penerima manfaat dan mendorong pemerataan pengembangan peternakan sapi potong," ulas Djoko.
Ditegaskan 1.000 ekor sapi merupakan sasaran jangka menengah yang akan dituntaskan hingga akhir 2029, sejalan dengan periode Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Paser.
"Dari target seribu ekor ini, direncanakan untuk lima tahun. Sisanya akan kami selesaikan secara bertahap sampai akhir 2029, lami optimis target itu dapat tercapai sesuai perencanaan," tambahnya.
Djoko menilai, pemilihan jenis Sapi Bali menjadi strategi utama dalam program yang dijalankan karena dinilai memiliki sejumlah keunggulan.
Baca juga: Bukan Sekedar Bisnis, Peternakan Ayam Disbunak Paser Fokus Kendalikan Inflasi dan Jaga Pasokan
Seperti halnya, mulai dari daya adaptasi yang tinggi terhadap kondisi lingkungan lokal, efisiensi pakan, hingga tingkat reproduksi yang relatif baik.
"Kami memilih Sapi Bali karena lebih mudah dikembangkan dan sudah terbukti cocok dengan kondisi wilayah Paser. Ketersediaan bibitnya juga lebih terjamin, kalau sapi jenis lain, kendala terbesarnya ialah sulitnya mendapatkan bibit yang sesuai," ungkap Djoko.
Penggunaan Sapi Bali juga dinilai lebih efektif dalam mendukung peningkatan populasi ternak dalam waktu relatif lebih cepat.
| 3 Pengedar Sabu Diciduk di Kos Long Ikis Paser, Polisi Sita CCTV hingga Timbangan Digital |
|
|---|
| Buruh Sawit di Paser Tewas Diduga Diterkam Buaya Saat Bersihkan Badan |
|
|---|
| Warga Kuaro Paser Ditemukan Meninggal Usai Hilang Saat Pindahkan Sapi |
|
|---|
| Lahan Jembatan Seniur II Paser Dihibahkan, Proyek yang Sempat Mangkrak Dilanjutkan |
|
|---|
| Belajar dari Bandung, DPRD Paser Siapkan Konsep Digital Penanggulangan Kemiskinan Terpadu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260224_Disbunak-Paser-saat-menyalurkan-bantuan-sapi-ke-kelompok-tani.jpg)