Berita Paser Terkini
Sapi Bali Dinilai Paling Cocok Dikembangkan di Paser, Ini Keunggulannya
Pemilihan Sapi Bali menjadi strategi utama dalam program pengadaan 1.000 ekor sapi yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Paser.
Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Miftah Aulia Anggraini
Ringkasan Berita:
- Sapi Bali dipilih karena daya adaptasi tinggi dan ketersediaan bibit lebih terjamin.
- Dinilai lebih cepat meningkatkan populasi ternak dibanding jenis lain.
- Program ditargetkan capai 1.000 ekor hingga 2029, dorong ketahanan pangan dan ekonomi peternak.
TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER – Pemilihan Sapi Bali menjadi strategi utama dalam program pengadaan 1.000 ekor sapi yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur.
Jenis sapi lokal ini dinilai paling sesuai dengan karakteristik wilayah serta kebutuhan pengembangan peternakan di daerah tersebut.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Paser, Djoko Bawono, menilai sapi Bali memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan jenis lainnya.
Mulai dari daya adaptasi tinggi terhadap kondisi lingkungan lokal, efisiensi pakan, hingga tingkat reproduksi yang relatif baik.
Baca juga: Transformasi Pola Pemeliharaan Sapi Bali dari Ekstensif ke Intensif di Kaltim
"Kami memilih Sapi Bali karena lebih mudah dikembangkan dan sudah terbukti cocok dengan kondisi wilayah Paser. Ketersediaan bibitnya juga lebih terjamin, kalau sapi jenis lain, kendala terbesarnya ialah sulitnya mendapatkan bibit yang sesuai," ungkap Djoko.
Menurutnya, penggunaan Sapi Bali juga dinilai lebih efektif dalam mendukung peningkatan populasi ternak dalam waktu relatif lebih cepat.
Dengan pola pengembangbiakan yang baik, jumlah sapi di tingkat kelompok tani diharapkan terus bertambah dari tahun ke tahun.
"Program pengadaan sapi ini tidak hanya berfokus pada penambahan populasi ternak, tetapi juga diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat," ulasnya.
Baca juga: 138 Sapi Kembali Disalurkan ke Peternak Paser Tahun Ini
Melalui skema kelompok tani, Djoko berharap tercipta sistem peternakan berbasis komunitas yang saling mendukung, baik dalam pengelolaan pakan, kesehatan hewan, maupun pemasaran hasil ternak.
"Harapan kami, program ini mampu meningkatkan pendapatan peternak, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta menjadikan Paser sebagai salah satu sentra pengembangan sapi potong di Kalimantan Timur," paparnya.
Ke depan, Disbunak Paser juga akan terus melakukan pendampingan dan monitoring terhadap kelompok penerima bantuan guna memastikan sapi yang telah didistribusikan dapat berkembang dengan baik.
Evaluasi rutin dilakukan untuk mengukur tingkat keberhasilan program sekaligus mengidentifikasi kendala di lapangan.
"Dengan capaian 576 ekor hingga 2026, Pemkab Paser menunjukkan komitmen serius dalam membangun sektor peternakan sebagai salah satu pilar ketahanan pangan daerah. Sisa target sebanyak 424 ekor, rencananya akan direalisasikan secara bertahap hingga tahun 2029," pungkas Djoko. (*)
| Uji Venue Porprov Kaltim, FAJI Paser Tempa 16 Atlet di Sungai Rantau Buta |
|
|---|
| Program Perumahan yang Terjangkau Bagi Masyarakat, Disperkimtan Paser Siapkan Skema Kredit Murah |
|
|---|
| Pemkab Paser Guyur Anggaran Rp15 Miliar untuk Perbaiki Jalan Padang Pengrapat-Muara Pasir |
|
|---|
| Wabup Paser Minta Pengusaha Lindungi Pekerja Lewat BPJS Ketenagakerjaan |
|
|---|
| Jelang Pemilu 2029 Bawaslu Paser Gelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif, Pelajar Turut Hadir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/suka-sapi-bali.jpg)