Minggu, 12 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Cerita Influencer Samarinda Alya Ramadhani, Bukber Jadi Momen Relasi dan Cuan

Influencer Samarinda Alya Ramadhani nilai bukber Ramadan bukan sekadar silaturahmi, tapi juga peluang karier

Penulis: Nevrianto | Editor: Amelia Mutia Rachmah
TRIBUN KALTIM/Nevrianto
KEBANJIRAN PROJECT - Mahasiswa juga influencer kuliner Acilsmr, Alya Ramadhani ditemui saat momen buka puasa bersama di Hotel Amaris, Jalan Dr Sutomo, Samarinda Kalimantan Timur, Rabu (25/2/2026). Ia bersyukur di bulan Ramadan kebanjiran berkah project konten kuliner. (TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO) 

Ringkasan Berita:
  • Alya Ramadhani manfaatkan bukber Ramadan untuk memperluas relasi.
  • Momen kumpul jadi peluang proyek dan kerja sama konten kreator.
  • Ramadan 1447 H disebut membawa banyak undangan dan job endorse.

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Bukber Ramadan 2026 di Samarinda tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membuka peluang relasi dan karier bagi kalangan muda, termasuk influencer

Hal ini diungkapkan Alya Ramadhani, influencer asal Kota Samarinda, yang merasakan langsung manfaat momen Ramadan dalam memperluas jaringan sosial dan profesional.

Menurut Alya, bulan Ramadan identik dengan kebersamaan. Kegiatan buka puasa bersama (bukber) menjadi alasan untuk kembali berkumpul, baik dengan teman lama maupun relasi baru.

“Menurut aku bukber itu selalu jadi momen yang ditunggu-tunggu. Karena di Ramadan biasanya jadi alasan buat kumpul lagi, baik sama teman dekat maupun teman kerja. Apalagi kalau diundang ke hotel, sekalian bisa ketemu bareng bubuhan influencer lainnya dan bisa sambil cobain menu spesial Ramadan,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026).

Bukber, Ajang Bangun Networking

Mahasiswi Ilmu Pemerintahan yang juga dikenal dengan nama akun Acilsmr ini menilai bukber menjadi ruang terbuka untuk memperluas relasi.

Baca juga: Cerita Inspiratif Prof Rusydi, Sosok Guru Besar IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

“Iya, karena biasanya bukber itu campur, ada teman dekat, ada juga teman baru. Kadang awalnya cuma duduk satu meja, ngobrol santai, terus jadi nyambung. Apalagi kalau ketemu sesama content creator atau punya bidang kerja yang mirip, jadi saling tukar cerita dan insight,” katanya.

Dari obrolan ringan tersebut, kata Alya, tak jarang muncul peluang kolaborasi hingga proyek kerja sama.

Menurutnya, banyak kesepakatan justru lahir dari percakapan informal di meja makan.

“Bisa banget. Biasanya berawal dari ngobrol santai dan tukar insight dulu. Kalau sudah saling nyambung dan merasa punya peluang yang sama, dari situ muncul interest untuk bikin sesuatu bareng. Kadang malah langsung lanjut bahas konsep sampai deal kecil untuk project ke depan,” jelasnya.

Ia menegaskan, bukber bukan hanya soal silaturahmi, tetapi juga membuka peluang ekonomi.

Baca juga: Ramadhan Semangat Baru, Cerita Bibiani Adriani Jalani Puasa Perdana sebagai Istri

Konten dan Kreativitas

Sebagai konten kreator, Alya mengaku selalu mempersiapkan perlengkapan sederhana setiap menghadiri undangan bukber.

“HP pastinya buat foto dan video makanan, powerbank, lip product biar tetap fresh, parfum, dan yang penting datang tepat waktu. Soalnya momen foto makanan sebelum diambil orang itu penting banget,” ujarnya sambil tertawa.

Meski identik dengan konten kuliner, ia mengaku tidak selalu membuat video setiap kali makan di luar. Semua tergantung konsep tempat dan suasana.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved