Jumat, 8 Mei 2026

Berita Samarinda Terkini

Kisah Inspiratif Sumiati, 30 Tahun Mengajar Ngaji Gratis di Samarinda meski Hidup Terhimpit

Gang tersebut tepat berada di jalan akses baru eks Bandara Temindung yang dibuka Pemprov Kaltim pada tahun 2024 lalu.

Tayang:
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
MENGAJAR MENGAJI - Sumiati (49), saat mengajar ngaji anak–anak lingkungan sekitar rumahnya di kawasan Jalan KH Samanhudi (eks Jalan Rajawali), Gang Al Hikam, Kelurahan Pelita Dama, Kecamatan Samarinda Ilir, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. (TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY) 

“Qodarullah, saya sempat diusir secara halus dari kontrakan dulu karena bayar tidak tepat waktu, saya hanya bisa pasrah dan ikhlas. Ya, namanya pendapatan tidak tentu ada di tanggal satu. Almarhum suami saya hanya bekerja buruh bangunan dulu. Dari mengajar ngaji kan, kalau dulu saya dibantu dari sedekah Rp5 ribu per murid, itu juga tidak saya patok, tapi keikhlasan dari orang tua murid, waktu tinggal di kontrakan lama. Kalau rumah yang sekarang, Alhamdulillah saya tidak sewa, Bu Haji meminta saya tinggal disini dan terus mengajar ngaji anak–anak di lingkungan Gang Al Hikam ini, dan mengajarnya secara gratis, baik anak–anak maupun orang dewasa," kenang Sumiati dengan nada suara rendah.

Bagian haru dalam cerita Sumiati, dimulai tahun 2013, yang menurutnya menjadi tahun terberat bagi wanita kelahiran 31 Desember 1977 ini. 

Suami tercinta yang selalu mendukungnya menjadi guru ngaji meninggal dunia secara mendadak saat bekerja.

Tidak sempat pulang ke rumah, suaminya bahkan meninggal dunia dipangkuannya saat ia datangi ke lokasi proyek bangunan.

"Seperti anak ayam kehilangan induk. Tapi kalau saya rapuh, bagaimana anak-anak saya? Saya harus jadi ibu sekaligus bapak. Dan saya bertekad dengan doa dan usaha, bisa menyekolahkan anak-anak serta tetap mengajar ngaji," ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Sumiati sebelumnya dilarang bekerja oleh sang suami, tetapi prinsip itu terpaksa seketika dilanggar, ia merasa goyah, dan harus menghidupi tiga anaknya seorang diri.

Ia berdoa, dan terus menyemangati diri untuk menghidupi anak–anaknya.

Anak pertamanya perempuan, bernama Mufarrohattul Muttaqien kini sudah menikah dan tinggal bersama sang suami, serta dikaruniai dua anak.

Kemudian, anak kedua Sumiati, Mas’ud Bi’adillah berkuliah di Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda semester IV jurusan Hukum Tata Negara dan menerima Beasiswa KIP dari pemerintah bagi lulusan SMA/sederajat berprestasi dengan keterbatasan ekonomi untuk kuliah hingga lulus (8 semester untuk S1, 6 semester untuk D3).

Terakhir anak ketiganya, Maulidatus Sya’adah kini duduk di Sekolah Dasar, yang ia antar setiap pagi sebelum bekerja.

Selama 30 tahun mengajar mengaji, ia tak pernah mematok biaya dan memang tanpa pamrih atau gratis. Tetapi, ada saja orang tua murid yang memberinya sedekah, baik uang atau dalam bentuk sembako.

Namun Sumiati tetap tak berpangku tangan, demi dapur tetap mengepul serta dua anaknya yang masih menempuh pendidikan, ia rela banting tulang menjadi Asisten Rumah Tangga (ART) di kawasan Kadrie Oening dari pagi hingga siang hari.

Kemudian pada sore harinya, sepulang bekerja menjadi ART, barulah Sumiati kembali duduk bersila menghadapi meja-meja kecil, membimbing anak-anak sekitar lingkungan rumahnya mengenal huruf hijaiyah dan sebagian membaca Al Quran.

“Saat ini bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari–hari rumah dan biaya anak yang masih sekolah. Anak saya Alhamdulillah yang pertama menikah, saya dikaruniai dua cucu yang juga saya ajarkan sendiri mengaji, sudah iqro. Kalau anak kedua Alhamdulillah beasiswa kuliah sampai lulus, dulu dia pesantren dan sempat mendapat beasiswa ke Yaman karena prestasinya tahfidz Quran, kembali ke Samarinda berkuliah dan kadang juga membantu saya mengajar mengaji, anak terakhir saya SD, dan ini yang membuat saya semangat bekerja,” kata Sumiati.

Keikhlasan Sumiati dalam mengajar, bukan sampai pada bacaan mengaji para muridnya saja.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved