Berita Penajam Terkini
Irigasi untuk Lahan Pangan PPU Digenjot, Bupati Tekankan Mutu dan Keterbukaan
PPU percepat perbaikan irigasi lewat P3-TGAI, petani dilibatkan langsung secara swakelola
Penulis: Nita Rahayu | Editor: Amelia Mutia Rachmah
Ringkasan Berita:
- PPU jalankan Program P3-TGAI untuk rehabilitasi irigasi.
- Petani P3A dilibatkan sejak perencanaan hingga pelaksanaan.
- Bupati tekankan transparansi, kualitas, dan manfaat nyata.
TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Program P3-TGAI Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) resmi digerakkan sebagai upaya percepatan peningkatan tata guna air irigasi.
Skema Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) ini memberi peran langsung kepada kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) untuk merehabilitasi saluran irigasi di wilayah masing-masing.
Model pelaksanaan dilakukan secara swakelola dengan melibatkan petani sejak tahap perencanaan hingga pekerjaan di lapangan.
Pemerintah menilai pendekatan partisipatif ini lebih efektif karena kebutuhan teknis paling dipahami oleh petani sebagai pengguna langsung jaringan irigasi.
Dengan keterlibatan aktif petani, diharapkan hasil pekerjaan lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan lahan pertanian setempat.
Baca juga: 58.000 Jemaah Umrah Tertahan di Arab Saudi Imbas Perang Iran vs Amerika, Ini Langkah Pemerintah
Tekankan Transparansi dan Kualitas
Bupati PPU, Mudyat Noor, mengingatkan agar pelaksanaan program tidak sekadar mengejar penyelesaian fisik, melainkan benar-benar memperhatikan kualitas dan keterbukaan proses.
“Yang harus dijaga adalah transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pekerjaan. Jangan sampai selesai dikerjakan, tetapi tidak berfungsi optimal,” ujar Mudyat, Senin (2/3/2026).
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak ingin program ini berakhir sebagai proyek formalitas tanpa manfaat nyata bagi petani.
“Kalau irigasi tidak bekerja maksimal, petani yang dirugikan. Itu yang harus kita pastikan tidak terjadi,” tambahnya.
Balai Wilayah Sungai Kalimantan IV Samarinda memastikan seluruh tahapan program akan dikawal agar berjalan sesuai ketentuan.
Baca juga: Ketua KONI PPU Minta Cabor Persiapkan Atlet Hadapi Porprov Kaltim, Arfan: Target 4 Besar
Pendekatan partisipatif dinilai menjadi kunci agar manfaatnya langsung dirasakan petani di lapangan.
PPU sendiri merupakan salah satu daerah penyangga produksi pangan di Kalimantan Timur. Perbaikan jaringan irigasi menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas panen, terutama saat musim kemarau, sekaligus mendukung kebutuhan pangan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pengalaman di berbagai daerah menunjukkan bahwa kualitas pekerjaan irigasi kerap menjadi persoalan jika pengawasan lemah. Saluran yang tidak presisi atau penggunaan material yang kurang baik dapat memperpendek usia infrastruktur dan mengganggu distribusi air ke sawah.
Karena itu, pengawasan dan komitmen bersama antara pemerintah, balai wilayah sungai, serta kelompok P3A menjadi faktor penentu keberhasilan program. (*)
| Darurat Bullying Anak, Polisi Turun ke Sekolah, Siswa SD di PPU Diajak Lawan Perundungan |
|
|---|
| Gelapkan Rp2,4 Miliar, Pengelola Hotel Penajam Suite Divonis 5,5 Tahun Penjara |
|
|---|
| PPU Kembangkan Padi Amfibi Gamagora 7, Varietas UGM Tahan Lahan Kering dan Basah |
|
|---|
| Sekda PPU Soroti Disiplin Dokter RSUD RAPB dalam Evaluasi Program JKN |
|
|---|
| Tak Perlu Jauh Lagi, Warga Maridan Sepaku Kini Punya Klinik Pratama St Borromeus, Intip Fasilitasnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260302_Bupati-Penajam-Paser-Utara-PPU-Mudyat-Noor.jpg)