Rabu, 20 Mei 2026

Berita Penajam Terkini

Irigasi untuk Lahan Pangan PPU Digenjot, Bupati Tekankan Mutu dan Keterbukaan

PPU percepat perbaikan irigasi lewat P3-TGAI, petani dilibatkan langsung secara swakelola

Tayang:
Penulis: Nita Rahayu | Editor: Amelia Mutia Rachmah
HO HUMAS PEMKAB PPU
KETAHANAN PANGAN - Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor membuka Kegiatan Pendukung Fasilitasi Pengembangan Tata Guna Air (PTGA) Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Gedung Graha Pemuda PPU, Senin (2/3/2026). (HO/HUMAS PEMKAB PPU) 
Ringkasan Berita:
  • PPU jalankan Program P3-TGAI untuk rehabilitasi irigasi.
  • Petani P3A dilibatkan sejak perencanaan hingga pelaksanaan.
  • Bupati tekankan transparansi, kualitas, dan manfaat nyata.

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Program P3-TGAI Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) resmi digerakkan sebagai upaya percepatan peningkatan tata guna air irigasi. 

Skema Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) ini memberi peran langsung kepada kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) untuk merehabilitasi saluran irigasi di wilayah masing-masing.

Model pelaksanaan dilakukan secara swakelola dengan melibatkan petani sejak tahap perencanaan hingga pekerjaan di lapangan.

Pemerintah menilai pendekatan partisipatif ini lebih efektif karena kebutuhan teknis paling dipahami oleh petani sebagai pengguna langsung jaringan irigasi.

Dengan keterlibatan aktif petani, diharapkan hasil pekerjaan lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan lahan pertanian setempat.

Baca juga: 58.000 Jemaah Umrah Tertahan di Arab Saudi Imbas Perang Iran vs Amerika, Ini Langkah Pemerintah

Tekankan Transparansi dan Kualitas

Bupati PPU, Mudyat Noor, mengingatkan agar pelaksanaan program tidak sekadar mengejar penyelesaian fisik, melainkan benar-benar memperhatikan kualitas dan keterbukaan proses.

“Yang harus dijaga adalah transparansi, akuntabilitas, dan kualitas pekerjaan. Jangan sampai selesai dikerjakan, tetapi tidak berfungsi optimal,” ujar Mudyat, Senin (2/3/2026).

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak ingin program ini berakhir sebagai proyek formalitas tanpa manfaat nyata bagi petani.

“Kalau irigasi tidak bekerja maksimal, petani yang dirugikan. Itu yang harus kita pastikan tidak terjadi,” tambahnya.

Balai Wilayah Sungai Kalimantan IV Samarinda memastikan seluruh tahapan program akan dikawal agar berjalan sesuai ketentuan.

Baca juga: Ketua KONI PPU Minta Cabor Persiapkan Atlet Hadapi Porprov Kaltim, Arfan: Target 4 Besar

Pendekatan partisipatif dinilai menjadi kunci agar manfaatnya langsung dirasakan petani di lapangan.

PPU sendiri merupakan salah satu daerah penyangga produksi pangan di Kalimantan Timur. Perbaikan jaringan irigasi menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas panen, terutama saat musim kemarau, sekaligus mendukung kebutuhan pangan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pengalaman di berbagai daerah menunjukkan bahwa kualitas pekerjaan irigasi kerap menjadi persoalan jika pengawasan lemah. Saluran yang tidak presisi atau penggunaan material yang kurang baik dapat memperpendek usia infrastruktur dan mengganggu distribusi air ke sawah.

Karena itu, pengawasan dan komitmen bersama antara pemerintah, balai wilayah sungai, serta kelompok P3A menjadi faktor penentu keberhasilan program. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved