Berita Samarinda Terkini
Sidak Citra Niaga, DPRD Samarinda Usul Ganti Lampu Tenaga Surya ke Konvensional
Komisi III DPRD Kota Samarinda kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan Citra Niaga
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA — Setelah sebelumnya meninjau beberapa proyek infrastruktur, kali ini Komisi III DPRD Kota Samarinda kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan Citra Niaga yang dikenal sebagai salah satu destinasi publik dan pusat aktivitas masyarakat.
Kunjungan yang dilakukan pada Kamis (5/3/2026) itu dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar.
Dalam sidak tersebut, rombongan dewan menyoroti sejumlah catatan penting, terutama terkait kondisi penerangan jalan umum di kawasan tersebut yang dinilai masih belum optimal.
Menurut Deni, pihaknya menerima sejumlah keluhan dari masyarakat mengenai kondisi penerangan di kawasan Citra Niaga yang dianggap terlalu redup pada malam hari.
Baca juga: Sempat Memanas saat Aparat Gabungan Sidak ke THM di Citra Niaga Samarinda
Padahal, kawasan tersebut tengah dipersiapkan sebagai salah satu ruang publik yang representatif di pusat kota.
“Ada keluhan dari masyarakat ke kami bahwa di Citra Niaga saat ini gelap, lampu itu ada, tapi kan ini menggunakan biosolar. Artinya solar gate itu lah jadi lampu dengan tenaga surya,” ujar Deni.
Ia menjelaskan, penggunaan lampu berbasis tenaga surya memang memiliki keunggulan dari sisi efisiensi energi.
Namun dalam praktiknya, sistem tersebut memiliki keterbatasan pada kapasitas penyimpanan daya yang berdampak pada kualitas pencahayaan pada malam hari.
“Dari komentar masyarakat itu bahwa ini jadinya remang-remang padahal ini kan suatu destinasi yang bagus. Lampu solar ini kan keterisian dari tenaga surya biasanya ketika awal mungkin di jam tujuh malam dia akan terang tapi setelah jam selanjutnya dia akan mulai redup lagi karena kapasitas simpannya,” jelasnya.
Atas kondisi tersebut, Komisi III DPRD Samarinda mengusulkan agar pemerintah kota melalui organisasi perangkat daerah terkait dapat melakukan evaluasi terhadap jenis penerangan yang digunakan di kawasan tersebut.
Baca juga: Pemkot Samarinda Percantik Citra Niaga, Menara Burung Enggang Akan Dihiasi Lampu Keemasan
“Kita mengusulkan kepada Dinas terkait khususnya di bidang Cipta Karya supaya kalau bisa diadakan perubahan untuk mengganti dengan lampu yang konvensional yang itu tidak terbatas dengan kekuatan atau isi daripada tenaga surya. Mudah-mudahan dari Dinas bisa menyikapi itu,” tegasnya.
Selain persoalan penerangan, Komisi III juga menemukan persoalan lain yang dinilai mengganggu estetika kawasan, yakni masih adanya kabel-kabel yang menggantung di beberapa titik.
Padahal, dalam konsep penataan kawasan, jaringan kabel seharusnya sudah ditanam di bawah tanah menggunakan sistem kabel optik.
“Kita ingin nanti pihak Dinas untuk memberikan surat kepada pihak-pihak terkait untuk mensterilkan kawasan itu dari kabel,” katanya.
Deni menegaskan, penataan Citra Niaga harus dilakukan secara menyeluruh agar kawasan tersebut benar-benar dapat berfungsi sebagai ruang publik yang nyaman sekaligus destinasi kota yang menarik.
| Disorot Pansus, Proyek Kolam Retensi Rp28 Miliar di Sempaja Samarinda Dinilai Belum Maksimal |
|
|---|
| Gasak Motor Mahasiswa saat Dini Hari, Seorang Pengangguran di Samarinda Ulu Diringkus Polisi |
|
|---|
| Terapkan Prinsip Zero Tolerance, Pemkot Samarinda Bentuk Satgas Lawan Kecurangan SPMB |
|
|---|
| SPMB 2026/2027 Mulai Dimatangkan, Disdikbud Samarinda Siapkan Sistem Ketat Cegah Siswa ‘Titipan’ |
|
|---|
| Walikota Samarinda Beri Dissenting Opinion saat RUPS Bankaltimtara, Soroti Kredit Macet |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250326-Citra-Niaga.jpg)