Selasa, 19 Mei 2026

Berita Paser Terkini

Tragedi di Sungai Telake Paser, Perahu Dihantam Ombak, Warga Pinrang Ditemukan Tewas

Puji (50), warga asal Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

Tayang:
Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Budi Susilo
HO/Polres Paser
EVAKUASI KORBAN TENGGELAM - Satuan Polairud Polres Paser bersama tim SAR gabungan saat mengevakuasi jenazah korban tenggelam di Perairan Adang Bay, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Rabu (4/3/2026). Korban berhasil ditemukan setelah dua hari pencarian (HO/SATPOLAIRUD POLRES PASER) 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER – Upaya pencarian intensif selama dua hari terhadap korban tenggelam di Muara Sungai Telake, Desa Maruat, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, akhirnya membuahkan hasil. 

Puji (50), warga asal Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (4/3/2026).

Jenazah korban ditemukan mengapung di perairan Adang Bay, berjarak sekitar 10,18 mil laut dari lokasi awal kejadian.

Penemuan ini mengakhiri operasi SAR gabungan yang telah berlangsung sejak korban dilaporkan hilang pada 2 Maret lalu.

Baca juga: Dimintai Keterangan, Ayah Tiga Korban Tenggelam di Kubangan KM 8 Dijadwalkan ke Polda Kaltim

Kasat Polairud Polres Paser, AKP Andi Ferial Junaedy, menjelaskan bahwa titik terang keberadaan korban muncul sekitar pukul 10.00 Wita.

Laporan awal datang dari kru kapal FC Mitra Pacific yang sedang melintas di kawasan Adang Bay.

"Informasi tersebut diteruskan oleh petugas UPP Kelas II Tana Paser kepada kami. Tim SAR gabungan segera bergerak menuju koordinat yang dilaporkan," ujar Andi, Kamis (5/3/2026).

Proses evakuasi melibatkan berbagai unsur, mulai dari Satpolairud Polres Paser, TNI AL, Basarnas, BPBD, Damkar, hingga bantuan dari tim PT Kideco Jaya Agung dan masyarakat setempat.

Jenazah berhasil diangkat ke atas speed boat pada pukul 13.25 Wita dan tiba di daratan sekitar satu jam kemudian.

Mesin Mati di Tengah Ombak

Berdasarkan keterangan saksi selamat, Kasirli Tiro (18), musibah ini bermula saat ia dan korban berangkat dari pondok tambak di Muara Sungai Telake menuju Desa Maruat menggunakan perahu ketinting untuk berbelanja kebutuhan pokok.

Nahas, saat perjalanan pulang, mesin perahu mendadak mati. Di saat yang bersamaan, ombak besar menghantam perahu kecil tersebut hingga terbalik.

"Saksi sempat berusaha menolong korban, namun karena kondisi ombak yang tinggi dan keterbatasan tenaga, upaya tersebut gagal. Saksi berhasil menyelamatkan diri ke darat untuk meminta bantuan, sementara korban terseret arus," tambah AKP Andi.

Jenazah kini telah diserahkan kepada pihak keluarga di Desa Maruat.

Pihak keluarga menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah murni dan menolak untuk dilakukan pemeriksaan medis atau autopsi lebih lanjut.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved