Mudik Lebaran
Jangan Lupa Cabut Regulator Gas, Ini Tips Mudik Aman dari Damkar Samarinda 2026
Antusiasme mudik Lebaran 2026 mulai terasa di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, namun kerinduan terselip risiko
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Antusiasme mudik Lebaran 2026 mulai terasa di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, namun kerinduan terselip risiko bahaya rumah yang ditinggalkan kosong.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda mengimbau warga tidak abai terhadap keamanan rumah sebelum mengunci pintu saat berangkat mudik.
Kepala Bidang Pemadam dan Penyelamatan Disdamkarmat Samarinda, Akhmad Supriyanto menegaskan, memberikan tips langkah pencegahan kebakaran.
Tentu hal ini merupakan bentuk kepedulian terhadap aset dan lingkungan sekitar agar momen Lebaran tidak berubah menjadi duka.
Baca juga: BREAKING NEWS - Kebakaran di Samarinda, Warung Sembako dan Konter HP di Jalan Juanda Terbakar
"Kami sangat menyarankan warga untuk memastikan seluruh instalasi listrik dan kompor gas aman sebelum rumah ditinggalkan dalam waktu lama," ujarnya, Jumat (20/3/2026).
Guna memberikan rasa tenang selama perjalanan, ia juga membagikan beberapa tips krusial yang sering kali terlupa oleh pemudik:
- Putus Arus Listrik secara Total
Warga diminta mencabut seluruh steker atau colokan dari stopkontak.
Hal ini penting untuk menghindari panas berlebih (overheat) atau korsleting listrik, terutama bagi alat elektronik yang belum memenuhi standar SNI.
- Keamanan Dapur (Gas Elpiji)
Lepaskan regulator dari tabung gas, karena langkah ini sangat efektif untuk meminimalisir resiko kebocoran gas yang tidak terdeteksi saat rumah dalam keadaan kosong.
- Sedia Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
Disdamkar menyarankan setiap rumah memiliki APAR minimal ukuran 3 kg.
Keberadaan APAR bukan hanya untuk melindungi rumah pribadi, tapi juga bisa menjadi pertolongan pertama bagi tetangga jika melihat percikan api di sekitar pemukiman.
Kewaspadaan ini bukan tanpa alasan, berdasarkan data Disdamkarmat tercatat sudah ada 37 insiden kebakaran di Samarinda sepanjang tahun 2026 hingga bulan Maret ini.
Enam kasus di antaranya terjadi di tengah kekhusyukan bulan suci Ramadhan.
Meski angka ini menunjukkan tren penurunan dibanding tahun lalu, masyarakat tidak boleh kendor dalam menjaga kewaspadaan.
Baca juga: Seorang Warga Dipukul saat Melintas di Lokasi Kebakaran di Samarinda Seberang
"Instalasi listrik dan jangan lupa cabut regulator gas LPG,” kata Akhmad Supriyanto.
Bagi warga yang tidak mudik atau membutuhkan bantuan darurat, Disdamkarmat Samarinda memastikan tetap bersiaga penuh selama masa libur Lebaran.
Dengan target response time di bawah 13 menit, petugas siap bergerak cepat.
Tidak hanya urusan kebakaran, masyarakat juga dapat menghubungi layanan darurat 112 jika membutuhkan bantuan evakuasi hewan liar (seperti ular atau tawon) serta gangguan keamanan lainnya di area permukiman.
"Dengan persiapan yang matang sebelum mudik, kita berharap warga dapat merayakan hari kemenangan dengan hati yang tenang dan kembali ke rumah dengan kondisi utuh," tandasnya. (*)
| Momen Puncak Arus Balik di Pelabuhan Samarinda, Ada Penumpang Bingung Cari Penjemput |
|
|---|
| Operasi Ketupat Mahakam 2026, Mobilitas Perairan Balikpapan Meningkat Tajam |
|
|---|
| Arus Lalu-lintas Samarinda Meningkat, Arena Jembatan Mahkota 2 dan Big Mall jadi Titik Kepadatan |
|
|---|
| Mobilitas Arus Balik Lebaran di Pelabuhan Kariangau Balikpapan Melandai tanpa Lonjakan Ekstrem |
|
|---|
| Arus Balik Lebaran H+4 Lebaran 2026 Lengang, Penumpang Pelabuhan Kariangau Turun 55 Persen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260320_Cegah-Kebakaran-di-Samarinda-Saat-Mudik.jpg)