Rabu, 10 Juni 2026

Berita Samarinda Terkini

DPRD Kaltim Minta Untuk Memperkuat Sektor Peternakan

Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim) membawa konsekuensi besar, salah satunya lonjakan kebutuhan pangan

Tayang:
TRIBUN KALTIM/Mohammad Fairoussaniy
PETERNAKAN -  Salah satu sentra peternakan di kawasan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Komisi II DPRD Kaltim mendorong penguatan sektor peternakan lokal.. (TRIBUNKALTIM.CO/ MOHAMMAD FAIROUSSANIY) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim) membawa konsekuensi besar, salah satunya lonjakan kebutuhan pangan. 

Menanggapi hal tersebut, sektor peternakan kini menjadi sorotan bagi jajaran legislatif di Komisi II DPRD Kaltim.

Pihak legislatif menegaskan bahwa penguatan sektor peternakan lokal sudah tidak bisa ditunda-tunda lagi. 

Hal ini demi menjaga ketahanan pangan daerah agar tidak terus-menerus bergantung pada pasokan dari luar pulau, seperti Jawa dan Sulawesi.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan mengungkapkan bahwa pertambahan penduduk yang masif di Kaltim seiring pembangunan IKN akan berbanding lurus dengan permintaan daging, baik sapi, kambing, maupun unggas.

Baca juga: DPRD Kaltim Soroti Tim Ahli Gubernur Kaltim, Ananda Emira Moeis Ingatkan Efektivitas Kinerja

"Kaltim harus siap. Sektor peternakan kita harus diperkuat dari sekarang. Jangan sampai dengan adanya IKN, kita hanya menjadi penonton dan pasar bagi produk dari luar daerah saja," ujarnya Rabu (25/3/2026).

Ia melihat potensi lahan di Kaltim masih sangat luas untuk dikembangkan menjadi kawasan peternakan terintegrasi.

Tetapi memerlukan keseriusan dalam pengelolaannya.

Salah satu strategi yang didorong oleh DPRD Kaltim adalah mengoptimalkan skema integrasi ternak di lahan perkebunan, khususnya kelapa sawit. 

Mengingat luasnya perkebunan sawit di Bumi Etam, potensi ini dinilai paling realistis untuk mendongkrak populasi ternak secara cepat.

Pemerintah daerah diminta konsisten menyalurkan bibit ternak berkualitas kepada kelompok tani.

Mendorong peternak untuk mampu mengolah pakan sendiri agar biaya produksi tidak membengkak.

Serta memastikan kesehatan hewan ternak terjaga dari ancaman penyakit mulut dan kuku (PMK) maupun virus lainnya.

Firnadi menambahkan, kemandirian pangan adalah harga mati bagi Kaltim di masa depan. 

Jika sektor peternakan kuat, maka harga daging di pasar lokal Samarinda, Balikpapan, dan sekitarnya akan lebih stabil karena rantai distribusi yang pendek.

Baca juga: Ketua DPRD Kaltim Gelar Open House Bersama Warga dan Pejabat, Masyarakat Bisa Sampaikan Keluhan

"Kita ingin peternak lokal kita berdaya. Kalau mereka kuat, ekonomi kerakyatan akan tumbuh, dan kebutuhan protein masyarakat Kaltim maupun warga di IKN nantinya bisa terpenuhi secara mandiri," pungkasnya. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved