Selasa, 19 Mei 2026

Berita Berau Terkini

Wisatawan Membludak di Pulau Derawan Berau, Interaksi dengan Penyu tak Boleh Berlebihan

Kepala Kampung Pulau Derawan, Indra Mahardika, mengungkapkan bahwa membludaknya pengunjung, baik dari dalam maupun luar daerah.

Tayang:
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI
PULAU DERAWAN BERAU - Suasana Pulau Derawan Berau, Kalimantan Timur. Kepala Kampung Pulau Derawan, Indra Mahardika, mengungkapkan bahwa membludaknya pengunjung, baik dari dalam maupun luar daerah, berdampak langsung pada perputaran rupiah warga. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Lonjakan jumlah wisatawan ke Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur membawa angin segar bagi perekonomian masyarakat setempat.

Namun, di tengah gairah ekonomi yang meningkat, kelestarian ekosistem laut terutama penyu, tetap menjadi prioritas utama yang harus dijaga.

Kepala Kampung Pulau Derawan, Indra Mahardika, mengungkapkan bahwa membludaknya pengunjung, baik dari dalam maupun luar daerah, berdampak langsung pada perputaran rupiah warga.

Hampir seluruh sektor, mulai dari transportasi laut hingga UMKM, kini bergerak aktif.

“Alhamdulillah, kedatangan wisatawan sangat membantu ekonomi warga. Mulai dari penyewaan sepeda listrik, penginapan, resort, homestay, hingga kuliner khas Derawan, semuanya berjalan,” ujar Indra kepada TribunKaltara.com, Rabu (25/3/2026).

Baca juga: Pulau Derawan di Berau Diserbu Wisatawan saat Libur Lebaran 2026, Semua Sektor Ekonomi Hidup

Etika Berinteraksi dengan Penyu Meski menjadi daya tarik utama bagi para penyelam dan pecinta snorkeling, Indra memberikan catatan khusus terkait interaksi manusia dengan penyu di perairan Derawan.

Ia meminta wisatawan untuk bersikap bijak dan tidak mengganggu ruang gerak satwa dilindungi tersebut.

“Kami mengingatkan para wisatawan, saat berinteraksi dengan penyu agar tidak berlebihan. Jangan sampai aktivitas kita mengganggu ketenangan dan kelestarian mereka,” tegasnya.

Hal ini penting dilakukan agar penyu-penyu di Derawan tidak merasa terancam dan tetap menjadikan kawasan tersebut sebagai habitat alami mereka, sehingga keindahan bawah laut Derawan bisa dinikmati hingga generasi mendatang.

Jaga Kebersihan, Jangan Buang Sampah ke Laut Selain soal penyu, Indra juga menyoroti masalah kebersihan lingkungan.

Pihak kampung telah menyediakan tempat sampah di berbagai titik strategis guna mencegah pencemaran, terutama sampah plastik yang bisa membahayakan biota laut.

“Kami mengimbau wisatawan tidak membuang sampah sembarangan. Fasilitas tempat sampah sudah kami siapkan, mohon dimanfaatkan dengan baik,” tambahnya.

Menutup pernyataannya, Indra mengajak semua pihak untuk menikmati pesona alam "Maladewa-nya Indonesia" ini dengan penuh tanggung jawab.

“Silakan nikmati keindahan alam Pulau Derawan, namun tetap jaga kebersihan dan ekosistem di sekitarnya,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved