Kamis, 11 Juni 2026

Ibu Kota Negara

Sering Dibuka saat Libur Hari Besar, Tol IKN akan Beroperasi Penuh di 2027

Setelah beberapa kali difungsikan secara terbatas dalam momen tertentu, Jalan Tol IKN kini ditargetkan akan beroperasi penuh pada tahun 2027.

Tayang:
TribunKaltim.co/Ary Nindita Intan R S
TOL IKN - Potret Tol IKN. Jalan Tol IKN kini ditargetkan akan beroperasi penuh pada tahun 2027. (TRIBUNKALTIM.CO/ARY NINDITA). 

Kemudian terdapat Seksi 3B Kariangau–Simpang Tempadung sepanjang 7,3 kilometer yang memiliki fungsi krusial dalam mendukung distribusi logistik, terutama dari kawasan pelabuhan. Kehadiran jalur ini akan mempercepat arus barang menuju kawasan pembangunan IKN.

Selanjutnya, Seksi 5A Simpang Tempadung–Jembatan Pulau Balang sepanjang 6,7 kilometer menjadi penghubung utama menuju infrastruktur ikonik, yaitu Jembatan Pulau Balang.

 Jembatan ini memiliki panjang total sekitar 3,3 kilometer yang terdiri dari bentang panjang dan pendek, serta menjadi penghubung vital antara dua wilayah yang sebelumnya terpisah oleh perairan.

Dari sana, konektivitas dilanjutkan melalui Seksi 6A Simpang Riko–Outer Ring Road IKN sepanjang 6,2 kilometer yang langsung mengarah ke kawasan inti pemerintahan.

Outer Ring Road sendiri merupakan jalan lingkar luar yang berfungsi untuk mengatur distribusi lalu lintas agar tidak menumpuk di pusat kota.

Terakhir, Seksi 6B Outer Ring Road–Simpang 3 ITCI sepanjang 5,7 kilometer melengkapi jaringan sebagai bagian dari sistem transportasi lingkar luar IKN yang mendukung mobilitas antar kawasan.

Seluruh jaringan ini dirancang terintegrasi untuk menciptakan sistem transportasi modern yang efisien dan berkelanjutan.

Pangkas Waktu Tempuh Secara Signifikan

Salah satu dampak paling nyata dari beroperasinya Jalan Tol IKN secara penuh adalah efisiensi waktu tempuh.

Jika sebelumnya perjalanan dari Balikpapan menuju kawasan inti IKN melalui jalan nasional bisa memakan waktu hingga dua jam, maka dengan adanya tol ini waktu perjalanan dipangkas drastis menjadi sekitar 30 hingga 45 menit saja.

Efisiensi ini tentu akan memberikan dampak besar, tidak hanya bagi mobilitas masyarakat, tetapi juga bagi aktivitas ekonomi, distribusi logistik, serta percepatan pembangunan di kawasan IKN.

Pengurangan waktu tempuh ini juga mencerminkan peran strategis infrastruktur jalan tol sebagai katalis pertumbuhan wilayah.

Dengan akses yang lebih cepat dan mudah, kawasan IKN diharapkan dapat berkembang menjadi pusat ekonomi baru yang terintegrasi dengan wilayah sekitarnya.

Skema Pengelolaan Jalan Tol

Terkait pengelolaan Jalan Tol IKN, pemerintah mengisyaratkan akan menggunakan skema yang lazim diterapkan di Indonesia, yakni melalui Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved