Rabu, 29 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Milad IMM ke-62, Walikota Samarinda Andi Harun Soroti Peran Mahasiswa dalam Perubahan Sosial

Andi Harun tekankan tiga pilar utama IMM dalam Milad ke-62: akademik, moral, dan dampak sosial

TRIBUNKALTIM.CO/Gregorius Agung Salmon
MILAD IMM - Walikota Samarinda, Andi Harun, menghadiri resepsi Milad ke-62 Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang dirangkaikan dengan halal bihalal di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Jumat malam (3/4/2026). (TRIBUNKALTIM.CO/GREGORIUS AGUNG SALMON) 

Ringkasan Berita:
  • Andi Harun hadir sebagai pembicara Milad IMM ke-62 di Samarinda.
  • Ia menekankan tiga pilar: akademik, moral, dan dampak sosial.
  • IMM diharapkan menjadi motor perubahan sosial di masyarakat.

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Walikota Samarinda, Andi Harun, menghadiri resepsi Milad ke-62 Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang dirangkaikan dengan halal bihalal di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur, Jumat malam (3/4/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua ESDM DPP IMM Muhammad Idil, Ketua PWM Kaltim K.H. Siswanto, perwakilan Foksi IMM Kaltim, serta Ketua Umum DPD IMM Kaltim Andri Rifandi.

Dalam kesempatan itu, Andi Harun hadir sebagai pembicara dan menyampaikan sejumlah pesan penting kepada kader IMM sebagai bagian dari gerakan mahasiswa Islam.

“Saya diundang sebagai pembicara dalam Milad IMM ke-62. Saya menyampaikan pesan agar IMM terus memperkuat perannya sebagai gerakan kemahasiswaan Islam,” ujarnya.

Tiga Pilar Utama Gerakan IMM

Ia menekankan tiga pilar utama yang harus menjadi fondasi gerakan IMM, yakni keunggulan akademik, integritas moral, dan dampak sosial.

Baca juga: Kebakaran Dini Hari di Palaran Samarinda, Satu Rumah Hangus, Pemilik Alami Luka Bakar

“Yang pertama academic excellence, artinya kualitas akademik harus unggul. Kedua moral integrity, IMM harus menjunjung tinggi nilai etik dan spiritual. Ketiga social impact, kehadiran IMM harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, keberadaan organisasi mahasiswa tidak cukup hanya hadir secara simbolik, tetapi harus mampu memberikan kontribusi nyata di berbagai bidang, mulai dari sosial, ekonomi hingga budaya.

“Jangan hanya sekadar hadir, tetapi harus berdampak. Kehadiran itu harus memberi manfaat bagi masyarakat,” lanjutnya.

Pengetahuan hingga Aksi Nyata

Dalam pemaparannya, Andi Harun juga menjelaskan hubungan antara pengetahuan, kesadaran, dan aksi sosial. 

Ia menilai setiap pengetahuan akan melahirkan kesadaran, yang kemudian menumbuhkan kepekaan dan berujung pada tindakan nyata.

Baca juga: Event Spesial Halalbihalal Mercure-Ibis Samarinda, Ada Menu Nasi Briyani Ikonik

“Setiap basis pengetahuan menghadirkan kesadaran. Kesadaran melahirkan kepekaan, dan kepekaan akan mendorong aksi nyata. Dari situlah perubahan sosial bisa tercipta,” jelasnya.

Ia juga mengutip pandangan ulama Hasan Al-Masri tentang makna iman yang tidak hanya berhenti pada keyakinan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

“Iman itu bukan sekadar ucapan atau diam dalam diri, tetapi harus tertanam dalam hati dan dibuktikan dengan amal serta gerakan perubahan sosial di masyarakat,” ucapnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved