Berita Kutim Terkini
Target Ekonomi Kutim 2027 Tembus 10,76 Persen, Wabup Soroti Ketergantungan APBD
Wabup Kutim soroti target ekonomi 2027 yang dinilai ambisius dan tak sejalan dengan kondisi APBD daerah
Penulis: Nurila Firdaus | Editor: Amelia Mutia Rachmah
Ringkasan Berita:
- Target pertumbuhan ekonomi Kutim 2027 dipatok 10,76 persen.
- Wabup menilai target tidak sejalan dengan kondisi APBD sekitar Rp6 triliun.
- Hilirisasi industri didorong sebagai solusi penguatan ekonomi daerah.
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Target ekonomi Kutim 2027 menjadi perhatian serius Wakil Bupati Kutai Timur, Mahyunadi, yang menilai proyeksi pertumbuhan ekonomi daerah terlalu ambisius jika tidak didukung indikator yang kuat.
Dalam pemaparannya, Mahyunadi menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Kutai Timur mengalami fluktuasi dalam beberapa tahun terakhir.
Tercatat pada 2021 pertumbuhan berada di angka 0,89 persen, kemudian meningkat menjadi 5,58 persen pada 2022, hingga mencapai puncaknya pada 2024 sebesar 9,82 persen.
Korelasi dengan APBD
Namun, Mahyunadi menyoroti adanya hubungan erat antara pertumbuhan ekonomi dengan besaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Baca juga: Pemprov Kembalikan 24 Ribu Peserta JKN ke Daerah, Kutim Hadapi Risiko Pembengkakan Anggaran
Ia menilai ketika APBD mengalami penurunan, maka laju pertumbuhan ekonomi juga ikut menurun secara signifikan.
"PR bagi kita sekarang, di mana kemandirian daerah? Kalau kita selalu bertumpu pada besarnya APBD. Di mana pertumbuhan daerah kita?" ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Target 2027 Dinilai Terlalu Tinggi
Mahyunadi mengaku terkejut dengan target pertumbuhan ekonomi tahun 2027 yang dipatok mencapai 10,76 persen.
Padahal, pada tahun 2025 lalu, pertumbuhan ekonomi justru mengalami penurunan hingga 1,05 persen.
Menurutnya, target tersebut tidak realistis jika dibandingkan dengan proyeksi APBD 2027 yang hanya berada di kisaran Rp6 triliun, atau meningkat sekitar 10 hingga 20 persen dari tahun sebelumnya.
Baca juga: Operasional SPPG di Kutim Berhenti, Ratusan Siswa SMPN 4 Sangatta Utara Pilih Bawa Bekal
Minta Kajian Ulang Indikator
Ia meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutim dan tim terkait untuk mengkaji ulang variabel serta indikator yang digunakan dalam menetapkan target tersebut.
"Apa variabelnya? Apa indikatornya sehingga kita bisa targetkan segitu? Kalau pertumbuhan ekonomi mengikuti APBD, mungkin hanya sekitar 3 persen di 2027," jelasnya.
Mahyunadi menegaskan bahwa target pembangunan tidak boleh hanya menjadi angka di atas kertas tanpa dasar yang kuat.
pertumbuhan ekonomi
Wakil Bupati Kutim
Mahyunadi
APBD
Bappeda Kutim
DAK
Bankeu
Kutai Timur
TribunKaltim.co
| Indeks Perkembangan Harga di Kutim Awal Mei Turun Jadi 1,63 Poin, TPID Gencarkan Pasar Murah |
|
|---|
| Polres Kutim Ancam Sanksi Tegas Penimbun BBM, SPBU Wajib Gunakan Barcode |
|
|---|
| Bus Sekolah Listrik Pertama Hadir di Kutim, Sasar Siswa SMA 2 Sangatta Utara, Cek Rutenya |
|
|---|
| Kabar Gembira bagi Honorer di Kutim, Kadisdikbud Pastikan Tak Ada Pemberhentian Massal 2026 |
|
|---|
| Pataka Jadi Senjata Baru Kutim, Hubungkan Pekerja dan Lowongan dalam Satu Platform |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Wakil-Bupati-Kutim-Mahyunadi.jpg)