Rabu, 22 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Dishub Samarinda Wajibkan Seluruh Pegawai Tak Bawa Kendaraan BBM Setiap Hari Jumat

Dinas Perhubungan Kota Samarinda mulai menerapkan kebijakan internal berupa gerakan “satu hari tanpa kendaraan berbahan bakar fosil” setiap Jumat

TRIBUNKALTIM.CO/DISHUB SAMARINDA
SEHARI TANPA KENDARAAN - Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda mulai mewajibkan gerakan “sehari tanpa kendaraan bermotor” setiap hari Jumat. Inisiatif yang dipimpin Kepala Dishub, Hotmarulitua Manalu, ini bertujuan menekan konsumsi BBM, mengurangi emisi, serta memberi contoh perubahan pola mobilitas kepada masyarakat. (HO/DISHUB SAMARINDA) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA — Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda mulai menerapkan kebijakan internal berupa gerakan “satu hari tanpa kendaraan berbahan bakar fosil” setiap Jumat.

Hal ini sebagai langkah nyata menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), mengurangi emisi, sekaligus memberi contoh langsung kepada masyarakat.

Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menyatakan bahwa kebijakan ini merupakan inisiatif langsung dari Dishub dan telah mulai diberlakukan sejak Jumat (17/4/2026).

“Itu inisiasi dari Dishub Samarinda gerakan satu hari tanpa kendaraan berbahan bakar fosil,” ujarnya pada TribunKaltim. 

Ia menjelaskan, kebijakan ini mendorong perubahan pola mobilitas pegawai, terutama bagi mereka yang memiliki lebih dari satu kendaraan, agar lebih efisien dalam penggunaan BBM.

Baca juga: Dishub Samarinda Siapkan Car Free Night dan Perluas Car Free Day untuk Hebat Energi

“Mungkin mereka punya 2 atau 3 kendaraan, jadi mereka sistemnya bisa sistem antar-jemput saja bisa dengan suami atau istrinya,” jelasnya.

Menurutnya, kebiasaan menggunakan kendaraan pribadi secara terpisah selama ini berkontribusi besar terhadap konsumsi BBM dan kepadatan lalu lintas. Dengan skema berbagi kendaraan, efisiensi dapat langsung dirasakan.

“Kalau misal biasanya pegawai masing-masing bawa mobil berarti bahan bakarnya dua kali yang terpakai. Dan dengan pola ini misal diantar kan hanya jadi satu kendaraan saja. Jadi efisien bahan bakar terpenuhi, dan sisi ruang jalan juga berkurang yang terpakai setiap hari Jumat. Mengurangi emisi,” katanya.

Meski di tengah kebijakan Work From Home (WFH) di lingkungan Pemkot Samarinda, Dishub tetap menjalankan sistem kerja dari kantor (Work From Office/WFO) secara penuh. Namun, hal tersebut justru dijadikan momentum untuk menunjukkan komitmen efisiensi energi secara langsung.

Selain berbagi kendaraan, pegawai juga mulai beralih ke moda transportasi alternatif yang lebih ramah lingkungan.

“Selain diantar mereka sekarang ada yang jalan kaki, naik sepeda, sekalian olahraga. Sepeda listrik pun boleh,” ungkapnya.

Di kantor induk Dishub Samarinda di Jalan MT Haryono, jumlah pegawai mencapai sekitar 150 orang. Dengan jumlah tersebut, kebijakan ini dinilai mampu memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan penggunaan kendaraan pribadi.

Baca juga: Dishub Samarinda Siapkan Angkutan Massal, Tarif Mulai Rp1.000 Tanpa Ngetem

“Sehingga lumayan ada ratusan kendaraan yang bisa dihemat,” ujarnya.

Lebih dari sekadar imbauan, kebijakan ini telah ditetapkan sebagai kewajiban internal sebagai bentuk keteladanan pemerintah kepada masyarakat.

“Ini sudah kita wajibkan karena kita memberi contoh bagaimana kita mengurangi kemacetan, gas buang, terkait dengan konsumsi BBM ya dimulai dari Dishub dan teman-teman saat ini dengan penuh kesadaran sudah mulai melakukan itu,” pungkasnya. (*)

 

 

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved