Ibadah Haji 2026
Sisi Lain dari Embarkasi Haji, Pedagang Perlengkapan dan Oleh-oleh Raup Berkah
Musim haji di Balikpapan tak hanya soal ibadah, tapi juga menggerakkan ekonomi pedagang lokal
Penulis: Dwi Ardianto | Editor: Amelia Mutia Rachmah
Ringkasan Berita:
- Pedagang di sekitar embarkasi haji Balikpapan memanfaatkan momentum musim haji.
- Produk perlengkapan ibadah dan oleh-oleh menjadi komoditas utama.
- Pedagang mengaku meraih keuntungan hingga 25 persen selama musim haji.
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Di balik kesibukan keberangkatan jemaah, ada sisi lain dari aktivitas embarkasi haji di Balikpapan, Kalimantan Timur yang tak kalah ramai, yakni geliat para pedagang perlengkapan haji dan oleh-oleh.
Momen ini menjadi peluang ekonomi musiman yang dimanfaatkan pelaku usaha lokal.
Salah satunya Syauqiah, pemilik Toko Hajar yang telah berjualan lebih dari 12 tahun.
Lapaknya berada tidak jauh dari Masjid Al Mabrur, tepatnya di kawasan berbentuk segitiga dekat embarkasi haji.
“Di sini kami menyiapkan perlengkapan haji dan umrah seperti jilbab, baju putih, kain ihram, songkok, dan lainnya. Ada juga oleh-oleh seperti kurma, kismis, air zamzam, cokelat, dan kacang arab,” ujarnya kepada Tribunkaltim.co, Jumat (24/4/2026).
Baca juga: Kloter Asal Samarinda Rombongan Perdana Masuk Embarkasi, Kamar di Asrama Haji Balikpapan Disterilkan
Produk dari Tanah Suci
Menurutnya, sebagian barang yang dijual didatangkan dari Mekkah melalui importir, sehingga kualitasnya menyerupai produk di Tanah Suci.
Hal ini memudahkan jemaah maupun keluarga untuk mendapatkan oleh-oleh tanpa harus membawa dari luar negeri.
Kehadiran produk-produk tersebut juga menjadi daya tarik tersendiri, karena memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin membeli oleh-oleh khas tanpa harus menunggu kepulangan jemaah.
Operasional Musiman dan Biaya Tenant
Selama musim haji, Syauqiah membuka tenant khusus mengikuti jadwal embarkasi.
Masa operasional dibagi dalam dua periode, yakni saat keberangkatan dan pemulangan jemaah, masing-masing sekitar 25 hari.
Baca juga: PPIH Embarkasi Balikpapan Dilantik, Siap Layani 17 Kloter Jemaah Haji 2026
“Kalau keberangkatan 25 hari, nanti pemulangan buka lagi 25 hari, jadi total sekitar 50 hari,” jelasnya.
Untuk menyewa tenant di lokasi tersebut, pedagang dikenakan biaya sekitar Rp5 juta. Meski demikian, ia mengaku masih bisa meraih keuntungan hingga 25 persen dari penjualan.
“Alhamdulillah masih ada keuntungan sekitar 25 persen,” katanya.
Selain berjualan musiman di embarkasi, Syauqiah juga memiliki toko tetap di Balikpapan.
Kehadiran tenant seperti ini pun menjadi alternatif bagi jemaah untuk melengkapi kebutuhan ibadah maupun membeli oleh-oleh dengan lebih praktis. (*)
| Link Download PDF Contoh Undangan Walimatussafar Haji, Tradisi sebelum Berangkat Haji |
|
|---|
| Kloter Asal Samarinda Rombongan Perdana Masuk Embarkasi, Kamar di Asrama Haji Balikpapan Disterilkan |
|
|---|
| PPIH Embarkasi Balikpapan Dilantik, Siap Layani 17 Kloter Jemaah Haji 2026 |
|
|---|
| Asrama Haji Balikpapan Siap Sambut 5.901 Jemaah, Kloter Pertama Masuk 25 April 2026 |
|
|---|
| 356 Calon Jemaah Haji Paser Jalani Vaksin Meningitis dan Polio Jelang Keberangkatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260424_Pedagang-Oleh-Oleh-Haji-UMKM-di-Embarkasi.jpg)