Jumat, 24 April 2026

Berita Kaltim Terkini

Kader Gerindra Kaltim Minta Gubernur Cabut Pernyataan Soal Relasi Keluarga Presiden

Anggota DPRD Kaltim dari Fraksi Gerindra, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun, melontarkan kritik keras terhadap pernyataan Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud

TRIBUNKALTIM.CO/M.FARIKIN
CABUT PERNYATAAN -  Anggota DPRD Kaltim dari Fraksi Gerindra, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun, Jumat (24/4/2026). Ia melontarkan kritik keras terhadap pernyataan Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud. (TRIBUNKALTIM.CO/M.FARIKIN). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA — Anggota DPRD Kalimantan Timur dari Fraksi Gerindra, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun, melontarkan kritik keras terhadap pernyataan Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, yang dinilai menyeret nama keluarga Presiden dalam polemik publik.

Pernyataan tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial karena membandingkan relasi keluarga Presiden Prabowo Subianto yaitu Hasyim Djojohadikusumo dengan Hijrah Mas'ud dalam konteks penunjukan kerabat di lingkungan Tim untuk Gubernur Percepatan (TAGUP) Kaltim.

Afif menilai pernyataan tersebut tidak tepat dan berpotensi menyesatkan persepsi publik.

Menurutnya, hubungan keluarga Presiden tidak pernah menjadi dasar penunjukan jabatan publik di daerah, berbeda dengan kewenangan kepala daerah yang memiliki diskresi dalam menentukan struktur timnya.

Baca juga: 7 Pernyataan Rudy Mas’ud soal Aksi 21 April, Alasan Tak Temui Massa hingga Siap Hadapi Hak Angket

“Pernyataan itu tidak etis dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” tegasnya kepada Tribunkaltim.co,Jumat (24/4/20226).

Ia juga menilai penggunaan nama Presiden sebagai pembanding dalam polemik tersebut merupakan langkah yang tidak bertanggung jawab dan berisiko menurunkan standar etika kepemimpinan publik.

Sebagai kader Partai Gerindra, Afif menyampaikan tiga tuntutan kepada Gubernur Kaltim.

Pertama, meminta agar tidak lagi membawa-bawa nama Presiden dalam merespons kritik publik. 

Kedua, mendesak agar pernyataan tersebut segera dicabut.

Ketiga, meminta Gubernur menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Presiden dan pihak terkait.

Baca juga: Terungkap Alasan Gubernur Rudy Masud Tak Temui Massa Demonstran 21 April

Ia menegaskan, polemik ini seharusnya disikapi dengan bijak tanpa menyeret pihak lain yang tidak berkaitan langsung dengan kebijakan daerah.

“Kepemimpinan publik harus dijaga dengan etika dan tanggung jawab,” tutupnya (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved