Kamis, 30 April 2026

Berita Kaltim Terkini

Musrenbang Kaltim 2027, Legislator RI Hetifah Sjaifudian Minta Program Berdampak Nyata

Anggota DPR RI Dapil Kalimantan Timur, Hetifah Sjaifudian, menegaskan pentingnya fokus dan dampak nyata dalam penyusunan program pembangunan daerah.

Tayang: | Diperbarui:
HO/TIM HETIFAH SJAIFUDIAN
BERDAMPAK NYATA - Anggota DPR RI Dapil Kalimantan Timur, Hetifah Sjaifudian, menegaskan pentingnya fokus dan dampak nyata dalam penyusunan program pembangunan daerah pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2027. (HO/TIM HETIFAH SJAIFUDIAN) 

Ringkasan Berita:
  • Anggota DPR RI Hetifah Sjaifudian menegaskan program RKPD harus terarah, terukur, dan memberi manfaat nyata.
  • Kehadiran IKN berpotensi memicu kesenjangan jika tanpa kebijakan inklusif.
  • Perencanaan wajib berbasis data, sekaligus atasi mismatch pendidikan dan dunia kerja.

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA Anggota DPR RI Dapil Kalimantan Timur, Hetifah Sjaifudian, menegaskan pentingnya fokus dan dampak nyata dalam penyusunan program pembangunan daerah.

Hal ini disampaikan dirinya pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan atau Musrenbang RKPD Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2027.

Dalam forum tersebut, Hetifah Sjaifudian menilai tantangan pembangunan saat ini bukan lagi pada perumusan visi, melainkan bagaimana memastikan setiap program benar-benar terarah, terukur, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Yang kita hadapi hari ini bukan lagi soal perumusan visi, tetapi bagaimana memastikan program yang dijalankan benar-benar terfokus, terukur, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Hetifah Sjaifudian.

Baca juga: Hetifah Sjaifudian Dorong Akses Pendidikan Setara di Hari Perempuan Internasional

Ia mengapresiasi tema RKPD 2027, yakni peningkatan kualitas SDM dan layanan infrastruktur secara inklusif sebagai fondasi akselerasi pertumbuhan berkualitas.

Namun, menurutnya, kunci utama terletak pada konsistensi implementasi dan keberanian dalam menentukan prioritas program.

Hetifah Sjaifudian juga menekankan pentingnya perencanaan berbasis data dan riset.

Ia mengingatkan bahwa data tidak boleh hanya menjadi pelengkap dokumen, melainkan harus menjadi dasar dalam menentukan arah kebijakan, alokasi anggaran, hingga evaluasi kinerja pembangunan.

Baca juga: Ketua Komisi X Hetifah: Sekolah Harus Jadi Ruang Aman, Bukan Ruang Takut

Lebih lanjut, ia menyoroti kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) yang dinilai tidak serta-merta menghadirkan pemerataan kesejahteraan di daerah.

Tanpa kebijakan yang tepat, pembangunan justru berpotensi memunculkan kesenjangan baru.

“Karena itu, prinsip inklusivitas harus benar-benar diwujudkan melalui pemerataan pembangunan antar kabupaten/kota, peningkatan konektivitas, serta keberpihakan kepada kelompok rentan,” tegasnya.

Dari sisi sumber daya manusia, Hetifah Sjaifudian menilai peningkatan akses pendidikan perlu diimbangi dengan relevansi terhadap kebutuhan dunia kerja.

Baca juga: Hetifah Sjaifudian Bekali 100 Maba KIP-K Kaltim Tips Jitu Asah Berpikir Ilmiah

Ia menyoroti potensi ketidaksesuaian antara lulusan dan kebutuhan industri yang berisiko memicu pengangguran.

“Kita harus menghindari mismatch antara lulusan dan kebutuhan industri. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia usaha harus diperkuat, termasuk mendorong kewirausahaan generasi muda,” jelasnya.

Terkait pembangunan infrastruktur, Hetifah Sjaifudian mengingatkan agar pembangunan tidak hanya berhenti pada aspek fisik, tetapi mampu menjadi pengungkit peningkatan kualitas layanan publik, khususnya di sektor pendidikan dan ekonomi lokal.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved