Tanoto Foundation
Bersama Tanoto Foundation, Kaltim Sinkronkan Program Anak ke RKPD 2027
Lima daerah di Kaltim bersama Tanoto Foundation menyepakati integrasi program pengasuhan, stimulasi dini, literasi, dan numerasi ke RKPD 2027.
Ringkasan Berita:
- Lima daerah di Kaltim bersama Tanoto Foundation menyepakati integrasi program pengasuhan, stimulasi dini, literasi, dan numerasi ke RKPD 2027.
- Fokus pengasuhan mencakup penguatan kader Posyandu, BKB, BKR, serta peningkatan kapasitas orang tua dalam stimulasi anak.
- Bidang pendidikan menitikberatkan pada peningkatan kapasitas guru, monitoring pelatihan, dan peran kepala sekolah sebagai mentor pedagogis.
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Sejumlah perangkat daerah dari Kota Balikpapan, Kota Bontang, Kabupaten Paser, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Kabupaten Kutai Barat bersama Tanoto Foundation menggelar diskusi strategis.
Hal ini guna mendorong integrasi program pengasuhan, stimulasi dini, serta literasi dan numerasi ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Emerald, Hotel Swiss-Bell Inn Balikpapan ini mempertemukan perwakilan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Mulai dari Bapperida, DP2KBP3A, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, hingga Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa.
Baca juga: SDM Indonesia Hadapi Tantangan, Tanoto Foundation Buka Program Fellowship 2026
Diskusi turut menghadirkan narasumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Kalimantan Timur serta Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Kalimantan Timur, sebagai penguat arah kebijakan berbasis layanan dasar.
Forum ini menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis yang akan dikawal dalam proses implementasi dan penganggaran tahun 2027.
Pada sektor pengasuhan dan stimulasi dini, fokus diarahkan pada penguatan kapasitas kader Posyandu dalam optimalisasi enam layanan Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Selain itu, peran kader Bina Keluarga Balita (BKB) dan Bina Keluarga Remaja (BKR) juga akan diperkuat, disertai peningkatan kapasitas orang tua dalam praktik pengasuhan dan stimulasi dini.
Sementara di bidang literasi dan numerasi, peserta menyepakati peningkatan kapasitas guru melalui komunitas belajar, penguatan sistem monitoring dan evaluasi program pelatihan yang lebih terukur, serta optimalisasi peran pengawas dan kepala sekolah sebagai mentor pedagogis bagi guru.
Baca juga: Kemendikdasmen, Tanoto Foundation, Gates Foundation, UNICEF Kolaborasi Tingkatkan Literasi Numerasi
Regional Lead Tanoto Foundation, Roselina Ping Juan, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberlanjutan program.
“Saya melihat komitmen yang sangat kuat dari seluruh mitra daerah hari ini. Ini bukan hanya tentang program, tetapi tentang bagaimana kita bersama-sama memastikan setiap anak mendapatkan pengasuhan yang tepat, stimulasi yang optimal, serta kemampuan literasi dan numerasi yang menjadi bekal penting bagi masa depan mereka. Tanoto Foundation percaya bahwa perubahan yang berkelanjutan hanya bisa terjadi melalui kolaborasi,” ujarnya.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat kualitas layanan dasar bagi anak, sekaligus mendorong lahirnya generasi yang lebih unggul di Kalimantan Timur. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260430_TFColab11.jpg)