Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Balikpapan Terkini

Orangutan Terjepit Sawit, BOSF Waspada Area Isolasi Kian Terhimpit Perkebunan

Di tengah sunyi hutan konservasi, upaya penyelamatan orangutan terus berlangsung tanpa henti. 

Tayang:
HO//BKSDA Kaltim
ORANGUTAN -  Proses evakuasi induk Orangutan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim dan Conservation Action Network (CAN) yang ditemukan tengah berjuang membesarkan dua bayi kembarnya di tengah habitat yang telah hancur dan terfragmentasi lokasi tepatnya penemuan dan translokasinya masih di satu landscape dengan kawasan Perdau yaitu di Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) pada 15 Februari 2025 lalu. (HO/ BKSDA Kaltim) 

BOSF menegaskan bahwa perlindungan orangutan tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja.

Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci, terlebih sekitar 90 persen populasi orangutan dunia berada di Indonesia.

“Harusnya kita bisa bertanggung jawab terhadap satwa ini. Kalau bukan kita, siapa lagi,” tegasnya.

Libatkan Warga

Di sisi lain, BOSF juga membuka ruang bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam upaya konservasi melalui program penanaman di kawasan Samboja Lestari.

Aldrianto menjelaskan, masyarakat diperbolehkan menanam berbagai jenis tanaman, terutama buah-buahan yang dapat mendukung kebutuhan pakan satwa.

Kebutuhannya pun tidak sedikit.

Kawasan ini memerlukan sekitar 1 ton buah setiap hari untuk memenuhi kebutuhan orangutan.

“Kalau masyarakat ingin menanam buah-buahan untuk mendukung satwa, silakan. Itu sangat membantu,” ujarnya.

Menariknya, hasil panen tidak hanya untuk kebutuhan konservasi. Warga juga diperbolehkan  menjual buah ke pasar, sehingga memberikan nilai ekonomi tambahan.

Program ini mulai berjalan di Kelurahan Karya Merdeka, Samboja Barat, Kutai Kartanegara.

Sejumlah warga telah terlibat dengan dukungan pemerintah setempat.

Tak berhenti di situ, BOSF juga membuka peluang pemanfaatan pohon aren.

Masyarakat dapat menyadap nira secara gratis dan menjualnya, sementara pihak yayasan hanya meminta data produksi harian sebagai bagian dari kerja sama.

“Kami tidak meminta bayaran. Yang kami butuhkan hanya data produksi per hari,” tutup Aldri. (TribunKaltim.co/ars)

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved