Berita Paser Terkini
IPH Paser Turun Minus 0,03, Harga Pangan Cenderung Menurun April 2026
BPS Paser mencatat penurunan IPH, menandakan harga pangan cenderung lebih rendah
Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Amelia Mutia Rachmah
Ringkasan Berita:
TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur mencatat adanya penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada minggu ketiga bulan April dibandingkan dengan minggu keempat bulan Maret 2026.
Berdasarkan data yang diperoleh dari BPS Paser, IPH pada minggu ketiga bulan April tercatat minus 0,03, turun dari angka 0,24 pada akhir Maret.
Kepala BPS Kabupaten Paser, Bayu Agung Prasetyo, menyampaikan bahwa adanya penurunan IPH tersebut menunjukkan harga pangan cenderung lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya.
"Kalau angkanya minus berarti ada kecenderungan penurunan harga di pasaran. Sebaliknya, kalau positif maka ada kecenderungan kenaikan harga pangan," terang Bayu kepada Tribunkaltim.co di Tanah Grogot, Senin (4/5/2026).
Makna Angka IPH
Ia menegaskan bahwa angka plus minus pada IPH bukan berarti peningkatan atau penurunan secara absolut, melainkan kecenderungan harga di pasaran.
Baca juga: Terungkap Penyebab PJU di Penajam Paser Utara Tidak Selalu Cepat Diperbaiki
"Jadi kalau minus, artinya harga-harga bahan pangan lebih rendah daripada bulan sebelumnya," tambahnya.
Diungkapkan bahwa penurunan IPH di Bumi Daya Taka dipengaruhi oleh beberapa komoditas utama yang mengalami penurunan harga, di antaranya daging sapi, bawang putih, dan cabai rawit.
"Komoditas terbesar itulah yang menjadi faktor dalam pergerakan indeks pada April lalu, kalau untuk Mei ini baru akan keluar angkanya dalam beberapa hari ke depan," ungkapnya.
Perbedaan IPH dan Inflasi
Lebih lanjut disampaikan, untuk wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) hanya empat kabupaten/kota yang secara rutin menghitung inflasi, yakni Samarinda, Balikpapan, Berau, dan Penajam Paser Utara (PPU).
Sementara kabupaten/kota lainnya, termasuk Kabupaten Paser, belum melaksanakan penghitungan inflasi secara langsung.
Baca juga: Wushu Paser Bidik TC ke Jawa Tengah, Tingkatkan Kualitas Jelang Porprov Kaltim 2026
"Untuk mendekatkan data, BPS merilis indeks perkembangan harga (IPH) sebagai indeks penghitung tidak langsung untuk inflasi," ulasnya.
Ditekankan Bayu, perbedaan mendasar antara inflasi dan IPH ialah terletak pada jumlah komoditas yang dihitung.
Inflasi mencakup sekitar 200 hingga 300 komoditas, sementara IPH hanya menghitung 20 komoditas pangan yang rutin dipantau setiap pekan.
"IPH itu kemudian digunakan sebagai acuan dalam rapat rutin Kemendagri terkait perkembangan inflasi. Dengan begitu, daerah yang belum menghitung inflasi secara langsung tetap memiliki gambaran mengenai pergerakan harga pangan," urainya.
Bayu menegaskan bahwa IPH menjadi indikator penting untuk melihat dinamika harga pangan di daerah.
"Dengan IPH, kita bisa mengetahui kecenderungan harga setiap pekan, sehingga pemerintah daerah dapat mengambil langkah antisipasi lebih cepat," pungkasnya. (*)
| Seri Pertama Paser Cup Race 2026 Sukses, IMI akan Fokus Dorong Peningkatan Fasilitas Sirkuit |
|
|---|
| DPRD Paser Kejar Regulasi Pilkades 2027, 17 Desa Segera Bersiap |
|
|---|
| Disnakertrans Paser Dorong Desa Maruat dan Muara Telake Jadi Sentra Olahan Rumput Laut |
|
|---|
| Infrastruktur Jalan Modang–Pasir Mayang Selesai, Pemkab Paser akan Fokus ke Jembatan Ulin |
|
|---|
| Ikhwan Antasari Dorong Dukungan Provinsi Kaltim untuk Infrastruktur Paser di Musrenbang RKPD 2027 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260504_Kantor-BPS-Paser.jpg)