Rabu, 6 Mei 2026

Berita Paser Terkini

IPH Paser Turun Minus 0,03, Harga Pangan Cenderung Menurun April 2026

BPS Paser mencatat penurunan IPH, menandakan harga pangan cenderung lebih rendah

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/Syaifullah Ibrahim
INDEKS PERKEMBANGAN HARGA - Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Paser, yang berlokasi di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Senin (4/5/2026). BPS Paser catat adanya penurunan IPH dalam dua bulan terakhir. (TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM). 

Ringkasan Berita:
  • IPH Paser turun menjadi minus 0,03 pada April 2026.
  • Penurunan dipengaruhi harga daging, bawang putih, dan cabai rawit.
  • IPH digunakan sebagai indikator pergerakan harga pangan daerah.

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur mencatat adanya penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada minggu ketiga bulan April dibandingkan dengan minggu keempat bulan Maret 2026.

Berdasarkan data yang diperoleh dari BPS Paser, IPH pada minggu ketiga bulan April tercatat minus 0,03, turun dari angka 0,24 pada akhir Maret.

Kepala BPS Kabupaten Paser, Bayu Agung Prasetyo, menyampaikan bahwa adanya penurunan IPH tersebut menunjukkan harga pangan cenderung lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya.

"Kalau angkanya minus berarti ada kecenderungan penurunan harga di pasaran. Sebaliknya, kalau positif maka ada kecenderungan kenaikan harga pangan," terang Bayu kepada Tribunkaltim.co di Tanah Grogot, Senin (4/5/2026).

Makna Angka IPH

Ia menegaskan bahwa angka plus minus pada IPH bukan berarti peningkatan atau penurunan secara absolut, melainkan kecenderungan harga di pasaran.

Baca juga: Terungkap Penyebab PJU di Penajam Paser Utara Tidak Selalu Cepat Diperbaiki

"Jadi kalau minus, artinya harga-harga bahan pangan lebih rendah daripada bulan sebelumnya," tambahnya.

Diungkapkan bahwa penurunan IPH di Bumi Daya Taka dipengaruhi oleh beberapa komoditas utama yang mengalami penurunan harga, di antaranya daging sapi, bawang putih, dan cabai rawit.

"Komoditas terbesar itulah yang menjadi faktor dalam pergerakan indeks pada April lalu, kalau untuk Mei ini baru akan keluar angkanya dalam beberapa hari ke depan," ungkapnya.

Perbedaan IPH dan Inflasi

Lebih lanjut disampaikan, untuk wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) hanya empat kabupaten/kota yang secara rutin menghitung inflasi, yakni Samarinda, Balikpapan, Berau, dan Penajam Paser Utara (PPU).

Sementara kabupaten/kota lainnya, termasuk Kabupaten Paser, belum melaksanakan penghitungan inflasi secara langsung.

Baca juga: Wushu Paser Bidik TC ke Jawa Tengah, Tingkatkan Kualitas Jelang Porprov Kaltim 2026

"Untuk mendekatkan data, BPS merilis indeks perkembangan harga (IPH) sebagai indeks penghitung tidak langsung untuk inflasi," ulasnya.

Ditekankan Bayu, perbedaan mendasar antara inflasi dan IPH ialah terletak pada jumlah komoditas yang dihitung.

Inflasi mencakup sekitar 200 hingga 300 komoditas, sementara IPH hanya menghitung 20 komoditas pangan yang rutin dipantau setiap pekan.

"IPH itu kemudian digunakan sebagai acuan dalam rapat rutin Kemendagri terkait perkembangan inflasi. Dengan begitu, daerah yang belum menghitung inflasi secara langsung tetap memiliki gambaran mengenai pergerakan harga pangan," urainya.

Bayu menegaskan bahwa IPH menjadi indikator penting untuk melihat dinamika harga pangan di daerah.

"Dengan IPH, kita bisa mengetahui kecenderungan harga setiap pekan, sehingga pemerintah daerah dapat mengambil langkah antisipasi lebih cepat," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved