Berita Kukar Terkini
Angkat Motif Ritual Belian, Batik Kedang Ipil Kukar Tembus Pasar Luar Daerah
Batik Kedang Ipil dari Kukar mulai mencuri perhatian pasar luar daerah. Mengusung motif ritual belian, produk ini
Penulis: Patrick Vallery Sianturi | Editor: Miftah Aulia Anggraini
Ringkasan Berita:
- Batik Kedang Ipil tembus pasar luar daerah, termasuk pesanan dari Samarinda.
- Jumlah perajin meningkat dari 30 menjadi 60 orang seiring naiknya permintaan.
- Kendala masih di peralatan dan pemasaran, namun potensi jadi produk unggulan desa kian terbuka.
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG – Batik khas Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun Darat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mulai menunjukkan geliat positif dengan menembus pasar luar daerah.
Mengangkat motif budaya lokal yang terinspirasi dari ritual belian, produk ini perlahan menjadi identitas baru desa sekaligus peluang ekonomi bagi masyarakat.
Upaya pengembangan batik berbasis kearifan lokal tersebut kini tidak lagi sebatas memenuhi kebutuhan internal desa, melainkan telah menjangkau permintaan dari luar wilayah, termasuk instansi di Samarinda.
Penggerak kelompok perajin, Rusna, mengungkapkan bahwa keunikan batik Kedang Ipil terletak pada motif yang diangkat dari kearifan lokal.
Baca juga: Di Tengah Festival Adat, Warga Desa Kedang Ipil Kukar Suarakan Ancaman Konsesi Hutan
“Ciri khas batik kami ada pada motifnya yang memang diambil dari budaya lokal Kedang Ipil,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Seiring meningkatnya minat terhadap produk tersebut, jumlah perajin juga bertambah.
Dari semula sekitar 30 orang, kini telah berkembang menjadi kurang lebih 60 perajin aktif.
Dalam proses pengerjaan, satu lembar batik tulis berbahan katun dapat diselesaikan dalam waktu satu hari jika tidak ada kendala teknis.
Baca juga: Bupati Kukar Aulia Rahman Basri Buka Festival Nutuk Beham, Tradisi Panen Padi di Kedang Ipil
Batik Kedang Ipil saat ini dipasarkan dengan harga sekitar Rp800 ribu per lembar dengan panjang dua meter.
Harga tersebut masih bersifat pengenalan karena produk ini tergolong baru di pasaran.
Rusna menyebut, meski masih dalam tahap pengembangan, permintaan dari luar daerah mulai berdatangan.
Salah satunya berasal dari instansi di Samarinda, yang menjadi indikasi awal terbukanya peluang pasar lebih luas.
Baca juga: Tradisi Nutuk Beham di Desa Kedang Ipil Kukar Digelar 3 Hari 3 Malam, Rasa Syukur Atas Hasil Panen
Namun demikian, kelompok perajin masih menghadapi sejumlah keterbatasan, khususnya dalam hal peralatan produksi seperti kompor, lilin, dan bahan pewarna.
Selama ini, kebutuhan tersebut dipenuhi secara mandiri dengan dukungan dari pihak adat.
Di sisi lain, pemasaran produk masih terbatas melalui media sosial dan pameran lokal.
| Fraksi PDIP Janji Evaluasi atas Polemik Ketua DPRD Kukar |
|
|---|
| Inflasi Kukar Dijaga di Bawah 3 Persen, Gerakan Pangan Murah Jadi Andalan Tekan Inflasi |
|
|---|
| Aksi Unjuk Rasa di DPRD Kukar, Massa Aliansi Ormas Kukar Utarakan 9 Tuntutan |
|
|---|
| Kondisi Air Baku Kutai Kartanegara di Tengah Ancaman Kemarau dan El Nino |
|
|---|
| Air Baku Keruh, Perumda Tirta Mahakam Kukar Siapkan Integrasi 3 IPA |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260505_Batik-Kedang-Ipil-dari-Kukar-mulai-mencuri-perhatian-pasar-luar-daerah.jpg)