Kamis, 14 Mei 2026

Berita Kutim Terkini

65 Siswa SMPN 2 Sangatta Utara Ikuti Skrining Mata Gratis yang Digelar IDI Kutim dan PERDAMI

Edukasi dan Pemeriksaan Skrining Gangguan Refraksi menjadi langkah konkret organisasi profesi dokter dalam menjaga kualitas penglihatan generasi muda

Tayang:
Penulis: Nurila Firdaus | Editor: Nur Pratama
HO IDI Kutim
PEMERIKSAAN MATA - Kegiatan skrining gangguan refreksi mata di SMPN 2 Sangatta Utara yang digelar oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kutai Timur bersama Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami). (HO IDI Kutim) 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Puluhan siswa SMP Negeri 2 Sangatta Utara mengikuti pemeriksaan kesehatan mata gratis yang digelar oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kutai Timur bersama Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami).

Kegiatan bertajuk “Edukasi dan Pemeriksaan Skrining Gangguan Refraksi” ini menjadi langkah konkret organisasi profesi dokter dalam menjaga kualitas penglihatan generasi muda di Kutai Timur

Mengusung tema filosofis “Mataku, Jendela Cakrawalaku Rawat Mata, Luaskan Cakrawala” itu menyasar sedikitnya 65 siswa kelas 2 SMP.

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mencegah risiko gangguan mata pada usia remaja yang meningkat drastis akibat kemajuan era digital saat ini. 

Baca juga: DTPHP Kutim Periksa Sapi Kurban di Sangatta, Hewan Lolos Diberi Label ‘SEHAT’

Kehadiran para dokter spesialis ke sekolah diharapkan mampu mendeteksi sejak dini jika ada siswa yang mengalami masalah penglihatan namun tidak menyadarinya.

“Pemeriksaan dan edukasi kesehatan mata sangat penting dilakukan sejak usia sekolah, terlebih di era penggunaan gadget yang semakin tinggi. Kami berharap kegiatan ini memberi manfaat besar bagi siswa,” ungkap Kepala Sekolah SMPN 2 Sangatta Utara, Ismail, Rabu (13/5/2026).

Dua pakar kesehatan mata, dr. St. Khadijah, Sp.M dan dr. Halia, hadir langsung memberikan pemaparan materi. 

Mereka mengupas tuntas fenomena gangguan refraksi yang kini menjadi “ancaman” tersembunyi bagi pelajar, mulai dari miopia (rabun jauh), rabun dekat, hingga astigmatisme atau silinder.

Dalam sesi tersebut, para pemateri menekankan bahwa kesehatan mata berbanding lurus dengan kualitas belajar. 

Jarak pandang saat membaca, durasi penggunaan gawai, hingga pentingnya asupan nutrisi menjadi poin utama yang ditekankan kepada para siswa agar mereka tidak ketergantungan pada lensa koreksi di usia dini.

Tidak sekadar teori, tim medis langsung melakukan skrining fisik. Satu per satu siswa diperiksa ketajaman penglihatannya menggunakan alat tes standar. 

Hasil dari skrining ini menjadi acuan awal bagi siswa untuk melakukan tindak lanjut medis jika ditemukan indikasi gangguan refraksi yang signifikan.

“Kegiatan edukasi ini tidak hanya memberikan tanda dan gejala gangguan penglihatan, tapi juga membiasakan siswa untuk melakukan pemeriksaan mata secara berkala demi menjaga produktivitas belajar mereka,” imbuhnya.

Kehadiran Ketua IDI Kutai Timur, dr. Fathurrahman, dan Wakil Ketua IDI, dr. Hasan Ali Affandi, mempertegas komitmen organisasi ini dalam mendukung program promotif dan preventif. 

Mereka turun langsung memastikan proses skrining berjalan lancar dan tepat sasaran bagi para peserta.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved