Berita Kukar Terkini
3 Daerah di Kukar Wakili Program Desa Cantik 2026, Mengarah ke Mandiri dan Berkualitas
Pemkab terus mendorong penguatan tata kelola desa berbasis data melalui program Desa Cinta Statistik
Penulis: Patrick Vallery Sianturi | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong penguatan tata kelola desa berbasis data melalui program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026.
Tiga desa di Kukar resmi ditetapkan mengikuti program tersebut, yakni:
- Desa Sumber Sari;
- Desa Loa Kulu Kota;
- dan Desa Ponoragan.
Pencanangan program Desa Cantik 2026 digelar di BPU Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur pada Rabu (13/5/2026).
Kegiatan itu dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji, Anggota DPRD Provinsi Kaltim, Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri, Anggota DPRD Kukar, jajaran pemerintah daerah, serta Badan Pusat Statistik (BPS).
Dalam sambutannya, Seno Aji menegaskan pentingnya data statistik yang valid sebagai dasar penyusunan program pembangunan desa.
Baca juga: Balikpapan Perkuat Digitalisasi Data Lewat Desa Cantik, Wawali Dorong Pendataan di Kelurahan
Menurutnya, desa yang memiliki pengelolaan data baik akan lebih mudah berkembang menjadi desa mandiri dan berkualitas.
“Harapan kami sebagai Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, pencanangan Desa Cantik ini bisa menjadi trigger bagi desa-desa yang lain, terutama dalam rangka perencanaan desa yang baik. Karena dengan data yang valid, data yang benar, perencanaan dari desa itu juga akan mengarah ke desa mandiri dan desa yang berkualitas,” ujarnya.
Ia berharap, tiga desa dari Kalimantan Timur yang mengikuti penilaian tingkat nasional mampu meraih prestasi terbaik dan menjadi percontohan bagi desa lain di daerah tersebut.
“Kita berharap tiga desa yang dikirim ke tingkat nasional itu menjadi salah satu nantinya juara di tingkat nasional dan akan menjadi contoh bagi desa-desa di Kalimantan Timur, 841 desa yang ada,” katanya.
Menurut Seno, penguatan data statistik desa akan membantu pemerintah memetakan berbagai sektor strategis secara lebih akurat, mulai dari tenaga kerja, angka kemiskinan hingga kondisi ekonomi masyarakat.
“Dengan hasil data statistik yang baik, seluruh Kalimantan Timur akan memiliki data yang benar. Nantinya tenaga kerja, kemiskinan, hingga perekonomian juga akan sesuai dengan data itu,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, menegaskan pembangunan desa saat ini tidak lagi hanya bertumpu pada program fisik, tetapi juga harus ditopang data yang akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Menurutnya, desa yang mampu mengelola data dengan baik akan lebih mudah menentukan prioritas pembangunan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.
“Program ini menjadi bagian dari transformasi desa berbasis data,” ujarnya.
Bupati Kukar, Aulia mengapresiasi kemampuan aparatur desa yang mulai memahami pentingnya pemanfaatan data dalam menyusun kebijakan pembangunan wilayah.
Ia mencontohkan, perubahan kondisi kawasan kumuh di Desa Loa Kulu Kota yang dinilai menjadi bukti implementasi data berjalan efektif.
Baca juga: Kelurahan Gunung Samarinda Baru Jadi Pilot Project Program Desa Cinta Statistik di Balikpapan
“Tadi disampaikan kawasan kumuh di Loa Kulu Kota awalnya sekitar 10 hektare, sekarang tinggal 1 hektare,” katanya.
Ia menilai, capaian tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan data di tingkat desa mampu menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
Karena itu, Pemkab Kukar optimistis tiga desa yang ditunjuk dapat bersaing dalam program Desa Cantik Tahun 2026.
Selain itu, Aulia juga menyampaikan apresiasi kepada Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Timur dan BPS Kukar yang telah memberikan kepercayaan kepada tiga desa tersebut untuk mengikuti program nasional itu.
“Kami bangga memiliki kepala desa yang memahami data, bekerja menggunakan data, dan mampu mengimplementasikannya,” ucapnya.
Bupati Aulia menjelaskan, prestasi Kukar dalam program Desa Cantik terus mengalami peningkatan.
Pada tahun 2024, Kukar hanya meraih juara tingkat provinsi, sedangkan pada 2025 salah satu desa dari Kukar berhasil masuk peringkat enam nasional melalui Desa Batuah.
“Di tahun 2024 kita hanya juara di tingkat provinsi. Di tahun 2025 kita sudah bisa juara di tingkat nasional, juara ke-6 Desa Batuah. Nah, kita berharap di lomba kali ini bisa lebih tinggi lagi, masuk tiga besar bahkan menjadi juara satu tingkat nasional,” katanya optimistis.
Pemkab Kukar, lanjut dia, akan memberikan dukungan penuh selama proses penilaian berlangsung.
Dukungan itu mencakup koordinasi lintas perangkat daerah, pendampingan, hingga penguatan kapasitas desa agar mampu menampilkan kualitas terbaiknya.
Aulia menegaskan pemerintah daerah ingin seluruh capaian yang dipresentasikan nantinya benar-benar berasal dari implementasi di lapangan, bukan sekadar administrasi.
“Pengelolaan data yang baik harus berdampak langsung terhadap pembangunan dan dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (*)
| Wagub Kaltim Seno Aji Soroti Pembatasan Batu Bara, Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif dan Kualitas SDM |
|
|---|
| BBPJN Kaltim Rawat Drainase Loa Janan–Kota Bangun, Cegah Kerusakan Aspal |
|
|---|
| Seru! Anak TK di Kukar Belajar Profesi TNI di Yonarmed 22 Jembayan, Lihat Langsung Alutsista Canggih |
|
|---|
| Bupati Kukar Aulia Rahman Minta Polemik Raperda Pesantren tak Digoreng jadi Kegaduhan Politik |
|
|---|
| Hendra Resmi Pimpin Karang Taruna Kaltim, Targetkan Organisasi Kembali Aktif dan Berdampak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260513_Desa-Cantik-di-Kukar-2026.jpg)