Kamis, 14 Mei 2026

Berita Kaltim Terkini

Proyek Jalan Tering ke Ujoh Bilang Mahulu Dikebut, Target Selesai Tahun 2027

Pembangunan jalan Tering–Ujoh Bilang sepanjang 135 kilometer ditarget rampung pada 2027 mendatang

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
PEMBANGUNAN JALAN MAHULU - Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ekti Imanuel, menjelaskan pembangunan infrastruktur jalan Tering-Ujoh Bilang di wilayah Kubar-Mahulu menjadi prioritas pemerintah provinsi dan pusat dengan target rampung pada 2027 mendatang. (TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY) 

Ringkasan Berita:
  • Jalan Tering menuju Ujoh Bilang sepanjang 135 kilometer ditarget selesai pada 2027.
  • Pemerintah provinsi dan pusat berkolaborasi membiayai peningkatan jalan dan jembatan.
  • Infrastruktur darat dinilai menjadi kunci penggerak ekonomi masyarakat pedalaman.

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pembangunan jalan Tering–Ujoh Bilang di wilayah Kutai Barat (Kubar) hingga Mahakam Ulu (Mahulu) mulai menunjukkan progres signifikan. 

Akses jalan darat yang selama ini didominasi tanah keras kini mulai ditingkatkan menjadi rigid beton demi memperkuat konektivitas masyarakat pedalaman Kalimantan Timur.

Ruas jalan sepanjang 135 kilometer tersebut saat ini sedang dalam tahap pengerjaan dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada tahun 2027 mendatang.

Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Ekti Imanuel, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan di wilayah pedalaman kini menjadi salah satu prioritas utama pemerintah provinsi.

Menurutnya, konektivitas darat menjadi faktor penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, distribusi logistik, hingga mempercepat akses pelayanan publik di kawasan pedalaman.

Baca juga: BPBD Mahulu Turunkan Perahu Rescue di Ujoh Bilang untuk Bantu Aktivitas Warga Akibat Banjir

“Jalan Tering menuju Ujoh Bilang itu totalnya ada 135 kilometer,” ungkap Ekti kepada TribunKaltim.co, Senin (23/3/2026).

Peningkatan Jalan dan Jembatan

Ekti memaparkan bahwa dari total panjang jalan tersebut, saat ini masih menyisakan sekitar 33 kilometer yang memerlukan peningkatan kualitas.

Untuk menuntaskan sisa pengerjaan tersebut, pemerintah menerapkan skema kolaborasi anggaran antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

“Sekitar 13 kilometer jalan menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Kaltim. Sisanya 10 kilometer ditangani melalui kucuran dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN),” kata legislator daerah pemilihan Kubar–Mahulu ini.

Selain pengerjaan badan jalan, fokus utama di lapangan juga mencakup pembangunan jembatan permanen guna memperkuat konektivitas antarwilayah.

Baca juga: Jalan Tering–Ujoh Bilang Mahakam Ulu Ditarget Selesai 2027, DPRD Kaltim Beber Ada Kendala Anggaran

Salah satunya melalui paket Pembangunan Jalan Tering–Long Bagun 7 yang dibiayai melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) senilai Rp149 miliar.

Dalam paket tersebut, empat jembatan yang sebelumnya masih menggunakan struktur Bailey atau rangka baja sementara akan diganti menjadi jembatan girder komposit yang dinilai lebih kokoh dan tahan lama.

Tantangan Geografis Pedalaman

Meski pembangunan terus berjalan, proyek infrastruktur di kawasan pedalaman Mahakam Ulu tidak lepas dari berbagai tantangan.

Kondisi geografis yang berat serta curah hujan tinggi kerap menjadi hambatan di lapangan. Jalan tanah yang licin saat musim hujan membuat proses distribusi material maupun pengerjaan konstruksi menjadi lebih sulit.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved