Jumat, 15 Mei 2026

Berita Kaltim Terkini

Dinkes Kaltim Ancam Coret Rumah Sakit yang Eksploitasi Dokter Internship

Dinkes Kaltim menegaskan akan mencoret rumah sakit yang terbukti mengeksploitasi dokter internship

Tayang:
TribunKaltim.co/Raynaldi Paskalis
PENGAWASAN DOKTER INTERNSHIP - Foto arsip Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, menegaskan pihaknya memastikan tidak ada eksploitasi dokter internship di wilayah Benua Etam Kamis (30/10/2025). Dinkes Kaltim mengancam mencoret rumah sakit dari daftar wahana magang jika terbukti melakukan eksploitasi terhadap dokter internship. (TRIBUNKALTIM.CO/RAYNALDI PASKALIS) 

Ringkasan Berita:
  • Dinkes Kaltim memperingatkan rumah sakit agar tidak mengeksploitasi dokter internship.
  • Pengawasan dilakukan melalui sistem evaluasi dan dokter pembimbing.
  • Kaltim saat ini masih kekurangan sekitar 1.500 tenaga dokter ideal.

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur memberikan peringatan kepada seluruh fasilitas pelayanan kesehatan agar tidak bermain-main dengan kesejahteraan dokter internship (magang).

Dinkes menegaskan tidak segan untuk mencoret rumah sakit dari daftar wahana magang jika terbukti melakukan eksploitasi.

Langkah ini merupakan respons atas keprihatinan nasional pasca meninggalnya dr. Myta Aprilia Azmi di Jambi pada Jumat (1/5/2026) lalu, yang diduga dipicu oleh kelelahan akibat beban kerja yang berat.

Pengawasan Dokter Internship Diperketat

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, memastikan bahwa hingga saat ini kondisi kerja bagi dokter magang di Kaltim masih dalam kategori kondusif dan terpantau dengan baik.

Jaya menjelaskan bahwa berdasarkan hasil evaluasi berkala, para dokter internship di Kalimantan Timur memiliki rekam jejak kelulusan yang baik tanpa adanya kendala berarti.

Baca juga: Efisiensi Anggaran Gerus Kuota Bantuan Sosial Tunai Bagi Disabilitas Kaltim, Kuota Tinggal 500 Orang

“Jadi kemudian dari hasil evaluasi, laporan terkait dengan permasalahan yang berkait dengan bullying, kemudian tidak nyaman dalam bekerja, kemudian ada hal-hal yang lain, tidak ada. Alhamdulillah di Kalimantan Timur aman, mereka-mereka yang sakit pun kita akan fasilitasi. Tidak ada masalah ya,” ujarnya, Kamis (14/5/2026).

Tahun ini, kata Jaya, Kaltim menerima 71 dokter internship dari kuota tugas khusus yang biasanya mencapai 100 orang.

Seluruh dokter tersebut telah disebar ke 10 kabupaten/kota.

Khusus di Samarinda, mereka bertugas di Rumah Sakit Tentara, RSUD I.A. Moeis, dan Rumah Sakit Samarinda Medika Citra (SMC).

Untuk memastikan pengawasan tetap berjalan, lanjut dia, Dinkes menempatkan dokter pembimbing dengan rasio satu pembimbing untuk memantau setiap 10 dokter magang.

Baca juga: Turun Tipis, Angka Kemiskinan Kaltim Masih Dibayangi Tekanan Ekonomi Global

Sistem umpan balik (feedback) juga diterapkan untuk mendeteksi adanya penyimpangan fungsi wahana atau fasilitas kesehatan yang dijadikan lokasi magang.

Rumah Sakit Terancam Dicoret

Jaya menegaskan, jika rumah sakit menggunakan tenaga dokter magang hanya untuk dieksploitasi secara berlebihan, maka sanksi tegas sudah menanti.

“Makanya itu setiap kegiatan kita ada feedback-nya. Kalau ada wahana yang memanfaatkan dokter untuk dieksploitasi, maka ke depan tidak dipakai,” tegasnya.

Menurut Dinkes Kaltim, keberadaan dokter internship memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan kesehatan, terutama di daerah yang masih kekurangan tenaga medis.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved