Rabu, 20 Mei 2026

Kasat Resnarkoba Kukar Ditangkap

Fakta Baru Kasus Narkotika Jenis Etomidate di Kukar, Pengiriman Diduga Sudah 3 Kali

Karyawan ekspedisi benarkan paket yang belakangan dikaitkan dengan kasus etomidate sempat mendarat di Tenggarong melalui jalur udara

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/PATRICK VALLERY SIANTURI
POLISI TERJERAT NARKOBA - Foto arsip AKP Yohanes Bonar Adiguna, Kasat Resnarkoba Polres Kukar saat konferensi pers pengungkapan kasus narkoba di Polres Kukar, Kamis (22/1/2026) lalu. Kini, AKP Yohanes Bonar Adiguna ditangkap Polda Kaltim terkait dugaan peredaran narkotika jenis Etomidate. 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Pengungkapan dugaan kasus narkotika golongan II jenis etomidate yang menyeret nama Kasat Resnarkoba Polres Kutai Kartanegara (Kukar), AKP YBA, mulai membuka fakta baru terkait pola pengiriman barang haram tersebut.

Setelah sebelumnya Polda Kaltim mengungkap dugaan keterlibatan YBA dalam jaringan peredaran etomidate antarpulau, kini muncul keterangan dari seorang karyawan jasa ekspedisi di Tenggarong yang menyebut paket serupa diduga sudah beberapa kali masuk ke Kukar sebelum akhirnya terbongkar.

Dalam keterangannya, karyawan ekspedisi yang tidak ingin disebutkan namanya itu membenarkan paket yang belakangan dikaitkan dengan kasus etomidate tersebut sempat mendarat di Tenggarong melalui jalur pengiriman udara.

Baca juga: Sultan AM Idris Masuk Materi Pembelajaran di Sekolah, Disdikbud Kukar Siapkan Literasi Sejarah Lokal

“Benar, kemarin mendaratnya di Tenggarong. Karena alamat penerimanya memang di Tenggarong,” ujarnya saat dikonfirmasi oleh TribunKaltim di kantornya pada Selasa (19/5/2026).

Ia mengaku tidak mengetahui pasti total keseluruhan pengiriman yang pernah masuk. 

Namun berdasarkan ingatannya, paket serupa diduga sudah lebih dari dua kali diterima di lokasi tersebut.

“Kalau yang kemarin itu sudah lebih dari dua kali kayaknya,” katanya.

Menurutnya, seluruh paket diambil langsung oleh penerima ke kantor ekspedisi karena alamat yang dicantumkan dalam resi tidak lengkap.

“Ngambil sendiri. Karena alamatnya enggak jelas, cuma nama jalan sama kelurahan saja,” ungkapnya.

Menurutnya, pengambilan paket sebelumnya juga dilakukan oleh orang yang diamankan saat penggerebekan tersebut.

“Yang kemarin itu dia lagi. Tiga kali sama yang ketangkap kemarin,” ungkapnya.

Keterangan itu memperkuat dugaan bahwa jalur distribusi etomidate ke Kukar sudah berlangsung lebih dari sekali sebelum akhirnya terendus aparat penegak hukum.

Karyawan ekspedisi tersebut menjelaskan, pihaknya tidak mengetahui isi sebenarnya dari paket karena barang sudah dalam kondisi tersegel rapi saat diterima. 

Dalam dokumen pengiriman, isi paket hanya dicantumkan sebagai makanan.

“Keterangannya makanan. Jadi kami cuma kirimkan saja sesuai di resi,” ujarnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved