Jumat, 22 Mei 2026

Kuliner

Didampingi BI, Coffee Bontugu Mojokerto Tembus Pasar Belanda dan China

Coffee Bontugu dari Desa Ketapanrame sukses menembus pasar luar negeri dan menjadi motor penggerak wisata desa

Tayang:
Penulis: Ardiana | Editor: Amelia Mutia Rachmah
TRIBUNKALTIM.CO/Ardiana
KOPI TEMBUS EKSPOR - Coffee Bontugu dari Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, sukses berkembang hingga menembus pasar luar negeri dan menjadi motor penggerak wisata desa, Jumat (22/5/2026). (TRIBUNKALTIM.CO/ARDIANA) 

Ringkasan Berita:
  • Coffee Bontugu dari Desa Ketapanrame berkembang dari UMKM lokal hingga menembus pasar ekspor.
  • Pendampingan Bank Indonesia membantu peningkatan kualitas produksi, pemasaran, dan pengolahan kopi.
  • Produk kopi organik hingga cookies kopi kini diminati pasar dalam dan luar negeri.

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Desa wisata Ketapanrame di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur tak hanya dikenal karena panorama alam dan destinasi wisatanya. 

Desa di lereng Gunung Penanggungan itu kini juga sukses mengembangkan UMKM kopi lokal melalui produk unggulan Coffee Bontugu yang berhasil menembus pasar luar negeri.

Produk kopi lokal tersebut berkembang seiring pertumbuhan ekosistem wisata dan UMKM yang dibangun masyarakat bersama pemerintah desa.

Mulai dari budidaya, pengolahan, hingga pengembangan produk turunan kopi dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Desa Ketapanrame, Zainul Arifin, dalam kegiatan Capacity Building Wartawan Tahun 2026 oleh Bank Indonesia Balikpapan di Kota Surabaya, Jumat (22/5/2026).

Baca juga: Kopi Liberika Mulai Dilirik, DPRD Berau Dorong Diversifikasi Komoditas Perkebunan

Zainul membeberkan, usaha kopi tersebut menjadi salah satu produk unggulan desa yang terus didorong agar memiliki daya saing lebih luas. Melalui pendampingan dari Bank Indonesia, usaha kopi lokal itu mampu berkembang dan naik kelas.

"Setelah didampingi BI, beberapa event, pameran, festival kami ikuti. Sehingga kopi kami sekarang ini naik kelas. Banyak dikenal oleh banyak orang. Tidak hanya di dalam negeri tapi juga banyak di luar negeri," ujarnya saat diwawancarai Tribunkaltim.co di Area Dusun Sumber Gempong, Desa Ketapanrame.

Pendampingan BI Dorong Produksi dan Pemasaran

Menurut Zainul, pendampingan Bank Indonesia tidak hanya menyasar promosi, tetapi juga penguatan produksi mulai dari penanaman, perawatan, pengolahan kopi, hingga pemasaran.

Termasuk pula dukungan sarana produksi untuk meningkatkan kualitas kopi. Mulai dari mesin pemilah kopi, mesin roasting, grinder, hingga genset untuk menunjang operasional pengolahan.

Tak tanggung-tanggung, Bank Indonesia juga mendatangkan konsultan khusus untuk mendampingi proses pengolahan kopi selama berbulan-bulan.

Baca juga: Perjalanan Coffee Stand Tenggarong, Kopi Teras Rumah yang Kini Jadi Favorit Warga Kota Raja

Hasilnya, Coffee Bontugu kini mulai dikenal lebih luas dan diminati pembeli luar negeri.

"Sampai Cina pun pernah meminta produk kami. Tidak hanya biji kopi ataupun bubuk tapi juga produk turunannya seperti cookies kopi, yang dulu mungkin di level bawah sekarang sudah bisa naik kelas di level yang lebih baik," ujarnya.

Keberhasilan tersebut dinilai menjadi bukti bahwa produk lokal desa mampu bersaing apabila mendapatkan pendampingan yang tepat, terutama dalam peningkatan kualitas dan pemasaran.

Anak Muda Desa Ikut Kembangkan Usaha Kopi

Tak hanya itu, perkembangan Coffee Bontugu juga ditopang keterlibatan anak-anak muda desa yang aktif mengembangkan usaha kopi modern.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved