Senin, 1 Juni 2026

Berita Berau Terkini

IPAL dan Pompa Air RPH Berau Rusak, Wabup Gamalis Minta Segera Dianggarkan Perbaikannya

Wabup Berau Gamalis meminta perbaikan IPAL dan pompa air RPH segera dianggarkan demi menjaga operasional dan kebersihan lingkungan

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI
PERBAIKAN IPAL RPH - Foto arsip Wakil Bupati Berau Gamalis. Wabup Berau Gamalis meminta perbaikan IPAL dan pompa air RPH segera dianggarkan demi menjaga operasional dan kebersihan lingkungan. (TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI) 

Ringkasan Berita:
  • Wabup Berau Gamalis menyoroti kerusakan IPAL dan pompa air di RPH Berau yang mengganggu operasional.
  • Kerusakan IPAL terjadi sejak akhir Ramadan setelah terinjak sapi simental berbobot lebih dari satu ton.
  • Perbaikan fasilitas diusulkan masuk dalam APBD Perubahan 2026 agar pelayanan tetap optimal.

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Wakil Bupati Berau, Gamalis, memberikan perhatian khusus terhadap kerusakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Rumah Potong Hewan (RPH) Berau, Kecamatan Gunung Tabur.

Kerusakan fasilitas vital tersebut dinilai harus segera ditangani agar aktivitas pemotongan hewan tetap berjalan lancar dan standar kebersihan lingkungan dapat terjaga.

Saat meninjau RPH Berau, Gamalis menerima laporan dari pengelola terkait kondisi IPAL yang mengalami kerusakan. Menurutnya, fasilitas tersebut memiliki peran penting dalam mengelola limbah hasil aktivitas pemotongan hewan sehingga tidak mencemari lingkungan sekitar.

“IPAL ini sangat penting karena menjadi saluran pembuangan limbah dari kegiatan pemotongan hewan. Ini menjadi salah satu kebutuhan mendesak yang perlu kita perjuangkan agar bisa masuk dalam APBD Perubahan 2026,” ujarnya kepada Tribunkaltim.co, Senin (1/6/2026).

Menurutnya, keberadaan IPAL yang berfungsi baik menjadi bagian penting dalam menjaga standar sanitasi dan kesehatan lingkungan di sekitar kawasan rumah potong hewan.

Baca juga: Harga Telur Lokal Berau Tembus Rp70 Ribu per Piring, Lebih Mahal dari Pasokan Luar Daerah

Kerusakan Juga Terjadi pada Pompa Air

Lanjutnya, tak hanya IPAL, kerusakan juga terjadi pada pompa air yang digunakan dalam operasional harian RPH. Kerusakan tersebut dinilai turut memengaruhi kelancaran aktivitas di fasilitas pemotongan hewan milik pemerintah daerah tersebut.

“Ditambah pompa air juga rusak,” katanya.

Ia menjelaskan, aktivitas pemotongan hewan di RPH Berau berlangsung setiap hari dengan rata-rata enam ekor sapi dipotong per hari. Tingginya aktivitas tersebut membuat keberadaan sarana pendukung, termasuk IPAL dan pompa air, harus selalu dalam kondisi baik.

“Jangan sampai kerusakan jadi kendala. Karena aktivitas di sini berjalan setiap hari dan pelayanan kepada masyarakat harus tetap optimal,” tegasnya.

Kerusakan Terjadi Sejak Akhir Ramadan

Sementara itu, Kepala RPH Berau, Nanang Ardhiansyah, menjelaskan kerusakan IPAL mulai terjadi sejak akhir Ramadan lalu ketika jumlah pemotongan hewan meningkat signifikan.

Menurutnya, bagian fasilitas tersebut rusak setelah terinjak sapi jenis simental dengan bobot lebih dari satu ton.

Baca juga: Menjaga Keanekaragaman Hayati Hutan Berau

“Kerusakan terjadi diinjak sapi simental,” ungkapnya.

Akibat kerusakan tersebut, aliran limbah tidak berjalan optimal sehingga berdampak pada kebersihan lingkungan sekitar RPH. Kondisi itu juga memicu munculnya banyak lalat yang mengganggu kenyamanan.

“Ini jadi kendala kita, tidak bisa dibiarkan terlalu lama. Semoga bisa secepatnya dianggarkan,” katanya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved