Berita Berau Terkini
IPAL dan Pompa Air RPH Berau Rusak, Wabup Gamalis Minta Segera Dianggarkan Perbaikannya
Wabup Berau Gamalis meminta perbaikan IPAL dan pompa air RPH segera dianggarkan demi menjaga operasional dan kebersihan lingkungan
Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Amelia Mutia Rachmah
Ringkasan Berita:
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Wakil Bupati Berau, Gamalis, memberikan perhatian khusus terhadap kerusakan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Rumah Potong Hewan (RPH) Berau, Kecamatan Gunung Tabur.
Kerusakan fasilitas vital tersebut dinilai harus segera ditangani agar aktivitas pemotongan hewan tetap berjalan lancar dan standar kebersihan lingkungan dapat terjaga.
Saat meninjau RPH Berau, Gamalis menerima laporan dari pengelola terkait kondisi IPAL yang mengalami kerusakan. Menurutnya, fasilitas tersebut memiliki peran penting dalam mengelola limbah hasil aktivitas pemotongan hewan sehingga tidak mencemari lingkungan sekitar.
“IPAL ini sangat penting karena menjadi saluran pembuangan limbah dari kegiatan pemotongan hewan. Ini menjadi salah satu kebutuhan mendesak yang perlu kita perjuangkan agar bisa masuk dalam APBD Perubahan 2026,” ujarnya kepada Tribunkaltim.co, Senin (1/6/2026).
Menurutnya, keberadaan IPAL yang berfungsi baik menjadi bagian penting dalam menjaga standar sanitasi dan kesehatan lingkungan di sekitar kawasan rumah potong hewan.
Baca juga: Harga Telur Lokal Berau Tembus Rp70 Ribu per Piring, Lebih Mahal dari Pasokan Luar Daerah
Kerusakan Juga Terjadi pada Pompa Air
Lanjutnya, tak hanya IPAL, kerusakan juga terjadi pada pompa air yang digunakan dalam operasional harian RPH. Kerusakan tersebut dinilai turut memengaruhi kelancaran aktivitas di fasilitas pemotongan hewan milik pemerintah daerah tersebut.
“Ditambah pompa air juga rusak,” katanya.
Ia menjelaskan, aktivitas pemotongan hewan di RPH Berau berlangsung setiap hari dengan rata-rata enam ekor sapi dipotong per hari. Tingginya aktivitas tersebut membuat keberadaan sarana pendukung, termasuk IPAL dan pompa air, harus selalu dalam kondisi baik.
“Jangan sampai kerusakan jadi kendala. Karena aktivitas di sini berjalan setiap hari dan pelayanan kepada masyarakat harus tetap optimal,” tegasnya.
Kerusakan Terjadi Sejak Akhir Ramadan
Sementara itu, Kepala RPH Berau, Nanang Ardhiansyah, menjelaskan kerusakan IPAL mulai terjadi sejak akhir Ramadan lalu ketika jumlah pemotongan hewan meningkat signifikan.
Menurutnya, bagian fasilitas tersebut rusak setelah terinjak sapi jenis simental dengan bobot lebih dari satu ton.
Baca juga: Menjaga Keanekaragaman Hayati Hutan Berau
“Kerusakan terjadi diinjak sapi simental,” ungkapnya.
Akibat kerusakan tersebut, aliran limbah tidak berjalan optimal sehingga berdampak pada kebersihan lingkungan sekitar RPH. Kondisi itu juga memicu munculnya banyak lalat yang mengganggu kenyamanan.
“Ini jadi kendala kita, tidak bisa dibiarkan terlalu lama. Semoga bisa secepatnya dianggarkan,” katanya.
IPAL
Instalasi Pengolahan Air Limbah
Wakil Bupati Berau
Gamalis
Gunung Tabur
APBD
Berau
TribunKaltim.co
| Harga Telur Lokal Berau Tembus Rp70 Ribu per Piring, Lebih Mahal dari Pasokan Luar Daerah |
|
|---|
| Cokelat dan Batik Berau Sukses Lirik Pasar Prancis, Dekranasda Perkuat Promosi Lintas Daerah |
|
|---|
| Kios Cinderamata Tanjung Batu Belum Maksimal, Bupati Berau Minta Potensi Kampung Dioptimalkan |
|
|---|
| DPRD Berau Minta Pengisian 29 Jabatan Administrator Berlangsung Transparan |
|
|---|
| Kisah Inspiratif 20 Teman Tuli di Berau Bersiap Dobrak Batas Lewat Seni Teater |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20251103_Wakil-Bupati-Berau-Gamalis.jpg)